Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Kemenag Aceh:

Ibadah Haji Menunggu Keputusan Arab Saudi, Calhaj Diingatkan untuk Mandiri

ISTIMEWAKepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal MSi
A A A

Perkembangan haji masa kini, setiap jemaah pergunakan aplikasi dan perangkat android/IT. Ke depan, harapannya jemaah haji itu mandiri. Mandiri dalam kesehatan atau istitha'ah, penggunaan IT, dan ibadah

Drs. H. Arijal, M.Si Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH - Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal M.Si mengatakan, kepastian penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M menunggu keputusan kerajaan Arab Saudi.

"Maka kita Pemerintah RI pun, menanti kabar kepastian haji dari Kerajaan Saudi. Sebab sepenuhnya kepastian pengiriman jemaah itu keputusannya Pemerintah Saudi," ujarnya.

Arijal mengatakan, meskipun demikian, pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan karena masa pelaksanaan ibadah haji sudah dekat.

"Berapa persen pun diizinkan jemaah kita yang akan berangkat, pemerintah terus persiapkan haji," katanya.

Beberapa bulan yang lalu, kata Arijal, pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun kembali dihentikan karena penyebaran wabah Covid-19 di sejumlah negara yang meluas.

Sejauh ini, menurut Arijal, pemerintah juga telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi jamaah haji mulai 1-31 Maret untuk tahap pertama, dan akan menyusul tahap kedua.

"Perkembangan haji masa kini, setiap jemaah pergunakan aplikasi dan perangkat android/IT. Ke depan, harapannya jemaah haji itu mandiri. Mandiri dalam kesehatan atau istitha'ah, penggunaan IT, dan ibadah," pungkasnya.

Sumber:Rilis
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...