Puluhan papan bunga ucapan Selamat dan Terimakasih kepada Gubernur Aceh berjejer terpasang di depan Pendopo Gubernur Aceh tepatnya di jalan Jalan Japakeh No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Pantauan acehimage.com, pada Jumat (5/3/2021). Papan bunga ini terpasang mulai di depan Museum Aceh hingga pagar samping pendopo (pintu masuk Anjong Mon Mata). Memang papan bunga yang terpasang kali ini berbeda dengan yang dipasang di depan Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Kali lebih kepada program "pencitraan" Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Dari MInggu ke Jumat

HMI Minta Pemerintah Aceh Ganti Hari Libur

ISTIMEWAKetua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (Kabid PAO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe –Aceh Utara, Fahrul Razi
A A A

LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe –Aceh Utara meminta Pemerintah Aceh mengalihkan Libur Akhir Pekan Minggu menjadi Jum'at sebagai akhir pekan dan minggu sampai kamis sebagai hari kerja.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (Kabid PAO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe –Aceh Utara, Fahrul Razi dalam siaran pers yang diterima acehimage.com, Selasa (2/2/2021).

Fahrul mengatakan jika ditinjau secara idiologis, historis, dan juga sosio-kultural masyarakat Aceh. Penetepan hari jum'at dan sabtu sebagai akhir pekan sangat tepat untuk masyarakat Aceh, secara Idiologis masyarakat Aceh yang mayoritas muslim, hari Jum'at merupakan hari yang mulia karena anjuran Al – Qur'an memerintah untuk berkumpul melaksanakan Ibadah Shalat Jum'at.

Ditambah lagi, jika dilihat secara historis kehadiran Perda Nomor 05 Tahun 2000 tentang pelaksanaan syariat Islam telah menghatarkan kebudayaan baru bagi masyarakat aceh dengan mengunakan pakaian Islami salah satunya mengunakan jilbab secara luas, sebelumnya di Aceh hanya kalangan santriwati dan mahasiswi yang mengunakan jilbab.

Menurutnya, ini menandakan bahwa jika pemerintah Aceh mau mengantikan hari minggu menjadi hari Jum'at Akhir pekan akan lebih meghatarkan Aceh pada Khazanah ke-Islam-an.

"Secara sosio-cultural masyarakat Aceh yang gemar bersilaturrahmi dan khanduri hari Jum'at menjadi hari yang didambakan masyarakat Aceh untuk khanduri ketan/buluekat yang disiapkan khusus untuk jamaah shalat Jum'at, dan ini tidak lagi bisa dinamiti oleh sebagian kalangan khususnya para ASN dan Karyawan BUMN maupun swasta mengingat jam keluar kantor pada bedekatan dangan waktu shalat Jum'at tiba,"kata Fahrul.

Ia juga menyampaikan jika ditijau lebih jauh efektitas jam kerja bagi ASN dan karyawan yang menerapkan 40 jam kerja per minggu maka peralihan akhir pekan ke hari Jum'at akan sangat bermafaat, untuk mengefektifkan 8 jam selama 5 hari kerja. Mengingat di Aceh manyoritas muslim dan hari Jum'at kehilangan 2 Jam kerja setiap pekannya, ini sungguh berdampak tidak baik bagi citra Islam dalam dunia kerja.

Lalu jika ditinjau dari sudut pandang fazilah beribadah pada malam dan hari Jum'at dengan keutamaan yang sangat besar. Apa lagi yang melaksanakan bangun malam untuk melaksanakan tahujud. Namun itu timbul kekhawatiran bagi segenap pegawai dan karyawan karena pada paginya harus melanjukan kerja.

"Namun jika akhir pekan dialihkan akan menghilangkan kekhawatiran ngantuk saat jam kerja karena bisa istirahat pasca dhuha. Hal itu sama terjadi pada pelajar dan mahasiswa, karena capek pulang sekolah mencoba istirahat sembentar namun menghatarkan pada ketinggalan waktu jum'at. Hal yang sama terjadi pada mahasiswa yang masuk jam ke 3 hari jum'at maka karena keluar medekati waktu jum'at tiba kembali ke kos untuk istirahat,"terang Kabid PAO ini.

Tak hanya itu, pemuda tersebut turut menyampaika, dimana hari Jum'at sendiri secara etimologi dapat diartikan berkumpul maka selayaknya di Aceh sembari berkumpul untuk melaksanakan shalat jum'at khusus bagi laki-laki dan juga jadi hari berkumpul untuk keluarga.

Secara taknis peralihan akhir pekan ke hari Jum'at pemerintah Aceh dapat belajar ke dayah ataupun pasantren yang jauh – jauh hari telah menetapkan sebagai hari libur di setiap pekannya.

Oleh sebab itu, HMI meminta kepada pemerintah Aceh untuk segera mengeluarkan Pergub untuk dasar aturan, sembari menunggu DPRA mengqanunkan hari Jum'at sebagai hari akhir pekan di Aceh.

"Untuk itu itu HMI berharap semua pihak untuk sama-sama kita minta pemerintah Aceh untuk mengantikan hari minggu sebagai hari libur menjadi hari Jum'at,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...