Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Jika Memungkinkan

Hendra Budian Minta Pertandingan Tim Futsal Bener Meriah Vs Banda Aceh di Ulang

AK JAILANIHendra Budian, SH | Wakil Ketua DPR Aceh
A A A

BENER MERIAH – Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian menyampaikan rasa kecewa yang sangat mendalam terkait terjadinya kisruh pertandingan Pra Pora Futsal grub D antara tim Futsal Bener Meriah Vs Banda Aceh.

Untuk itu, Hendra meminta pihak terkait dapat mencari solusi terbaik menyelesaikan persoalan ini dengan tidak merugikan pihak manapun.

“Sampai hari ini, saya masih berharap agar panitia Pra Pora Futsal Aceh, KONI Aceh, Asosiasi Futsal Aceh, serta pengawas pertandingan untuk bisa melakukan musyarawah mupakat mencari jalan tengah yang terbaik.

Supaya dunia olahraga tidak dicederai dengan klaim-klaim sepihak yang bisa merugikan dunia olahraga itu sendiri,” kata Hendra, Senin, 6 September 2021 melalui vedio yang diterima media acehimage.com

Terlebih, sambungnya, apalagi sampai merugikan prestasi-prestasi generasi muda Aceh kedepannya. Justru itu, sebagai Wakil Ketua DPR Aceh saya meminta dan berharap panitia bisa melakukan musyawarah mupakat jika memungkinkan dilakukan pertandingan ulang.

Hal itu, untuk bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan semua pihak dalam rangka mensukseskan Pekan Olah Raga Aceh (PORA ) pada tahun 2022 mendatang," ujar Hendra Budian

Sementara itu, Ketua KONI Bener Meriah, Darwinsah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari  Asosiasi Futsal Bener Meriah terkait kisruh yang terjadi saat tim Futsal Bener Meriah menghadapi tim Banda Aceh.

“Kita menunggu laporan resmi secara tertulis dari AFK Bener Meriah, dan nantinya setelah laporan itu diterima KONI Bener Meriah akan mengeluarkan sikap,” ungkap Darwin

Ia menegaskan, jika terbukti nantinya wasit Zulfikar tidak profesional dalam memimpin pertandingan maka kita meminta AFA membebastugaskan dia dari kegiatan AFA.

“Bila wasit Zulfikar terbukti melakukan kecurangan, maka KONI Bener Meriah akan meminta AFA menonaktifkan wasit Zulfikar dari kegaiatan Pra Pora dan PORA, karena sama halnya dia telah mematikan bakat dan keinginan generasi muda kita. Terlebih, dalam ajang Pra Pora telah dibatasi usia,” tegas Darwin.

Disisi lain, Darwin menyarankan AFK Bener Meriah melakukan upaya-upaya sepanjang kita benar,"  pintanya []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...