Direktur Utama PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, HT. Novizal Aiyub, SE. Ak, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 26 September 2022 episode ke 11 Tahun ke 3 dengan tema: Peran PDAM Tirta Daroy Dalam Melayani Pelanggan dan Menjaga Kualitas Air yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Diduga Sesak Nafasnya Kambuh

Hendak Mengutip Cabe Warga Empus Talu Meninggal Dunia

IstTim gabungan evakuasi jasad Zainuddin
A A A

ACEHIMAGE– Zainudin, 50 tahun warga Kampung Empus Talu, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah dikabarkan meninggal dunia dalam perjalanan hendak mengutip cabe di Kampung Seni Antar, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Indra Novianto melalui Kapolsek Permata Iputu Bandaharo Halomoan Nasution mengatakan, kita menerima laporan dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki meninggal dunia, laporan tersebut kami terima pada pukul 19.30 WIB Rabu, 4 Mei 2022.

“Jainudin meninggal dunia dalam perjalanan ke kebun milik Saprijal, di dua ia mengalami kecapean karena ia mengidap riwayat penyakit sesak nafas,”kata Bandaharo

Menurut Kapolsek Permata itu, laporan tersebut diterima pihaknya dari Samian warga Kampung Kute Cinglam II, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara yang telah menetap di Kampung Empus Talu.

Dari keterangan Samian, kata Bandaharo, dirinya bersama korban perigi ke kebun milik Saprijal yang berada di dusun Sara Ine Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata dari Kampung Empus Talu pada Selasa 3 Mei 2022 sekira pukul 15.30 WIB untuk memetik cabai yang ditanam Saiman.

Jarak kebun tersebut dark jalan Eks KKA Aceh Utara diperkirakan kurang lebih mencapai 10 kilometer, Zainudin dan Samian ke kebun tersebut menempuh dengan berjalan kaki.

Lanjut Kapolsek Permata, setelah Samian tiba di kebun tersebut dia merasa ada yang aneh karena Jainudin tidak terlihat di belakangnya .

“Saiman kemudian melihat-lihat cabe yang ditanamnya dengan memutari hampir seluruh sisi kebun itu, sekitar 15 menit Saiman meneriaki Zainudin dan tidak ada tanda-tanda jawaban, kemudian Samian kembali ke lokasi awal,”

Dalam perjalanan, Samian berhenti dan melihat Zainudin sudah tergeletak di tanah. Kemudian Saiman memberikan air minum untuk menyadarkan Zainudin, namun setelah Zainudin minum beliau mengeluhkan sakit dibagian leher dan tenggorokan.

Tak lama kemudian, Zainudin mulai bernafas secara tersedak-sedak dan saksi Saiman menyaksikan langsung saat Zainudin menghembuskan nafas terakhirnya.

Saiman, berusaha menggendong jasad Zainudin ke gubuk yang berada di area perkebunan cabe, karena merasa tidak sanggup untuk mengevakuasi sendiri, Samian meninggalkan jasad korban di tempat tersebut dan meminta pertolongan.

“Karena jarak begitu jauh, Samian tidak bisa mengevakuasi sendiri lantas dia melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian resor Polsek Permata,” cerita Kapolsek Permata.

Sekitar pukul 22.30 WIB tim gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Permata,TNI, Tenaga Kesehatan Puskesmas Permata, Basarnas Bener Meriah berhasil mengevakuasi jasad Zainudin.

“Setelah mendapatkan laporan kita menghubungi BPBD Bener Meriah untuk mengevakuasi jenazah Zainudin,”jelas Bandaharo

Setelah berhasil dievakuasi selanjutnya jenazah korban dilakukan visum di Puskesmas Permata. Usai  dilakukan visum Jenazah korban langsung di antar ke rumah duka di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

"Dari hasil visum diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban dan menurut keterangan pak Saiman (saksi) bahwa korban ini mengidap penyakit sesak nafas, setelah dilakukan visum Jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan." kata Nasution

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...