Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Bukan Hanya Kopi

Harga Palawija di Bener Meriah Juga Anjlok

SAMSUDDIN.
A A A

BENER MERIAH – Akibat pandemi COVID-19 perekonomian masyarakat Kabupaten Bener Meriah semakin terdampak, sebab masyarakat Kabupaten Bener Meriah mayoritasnya adalah petani yang mengantungkan hidup terhadap hasil kopi dan palawija.

Namun, bukan saja harga kopi yang anjlok tetapi harga palawija juga ikut merosot kebawah seperti harga cabe rawet yang sebelumnya mencapai Rp25000 tetapi beberapa hari ini mulai turun keharga Rp1.2000 perkilo, begitu juga dengan harga bawang bok (daun bawang) yang sebelumnya harganya mencapai Rp10.000 perkilo namun sekarang hanya Rp7000.

Sahri, Warga Kampung Kute Tanyung Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah saat diwawancarai wartawan, Kamis (27/8/2020 ) di tempat ia menanam bawang bok mengatakan, beberapa hari kebelakangan ini harga daun bawang perkilo turun dari harga sebelumnya, sekarang harganya Cuma Rp 7000 perkilo.

“Kalau sebulan kebelakangan ini harganya daun bawang yang saya jual mencapai 9000-10.000 perkilo, tetapi sekarang Cuma 7000 harganya,"ujar Sahri.

Dikatakan Sahri, kenapa ia lebih memilih menanam bawang bok, karena untuk tanaman seperti tomat, kubis, cabe besar itu butuh modal yang lumayan tinggi sementara dalam situasi pendemi ini jangankan untuk modal usaha untuk kebutuhan sehari-hari saja mulai sulit terlebih kopi juga belum panen.

Selain itu kata Sahri, bawang bok yang dia tanam kurang lebih seluas dua rante hanya menghabiskan modal Rp1 juta dan rincian dua gulung mulsa ukuran 500 meter pergulung, dan pupuk, sementara bibitnya cukup mengembangkan dari tanaman sebelumnya.

“Kalau hasilnya alhamdulilah dalam satu gulung mulsa ukuran 500 meter bisa menghasilkan 4 – 5 juta lebih kalau dirata-rata harga diatas 8000,“ ujar Sahri.

Sahri berharap semoga harga palwija kembali naik agar perkonomian petani tidak terpuruk terlebih dimasa pendemi ini.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...