Pengamat Lingkungan Hidup dan Hukum Lingkungan, Muhammad Nur kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 12 Desember 2022 episode ke 33 Tahun ke 3 dengan tema: Hutan Aceh Habis Dibabat, Tambang Illegal Investasi Bodong? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari, M.Lit.J, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Prajurit Satgas 114 Satria Musara

Hadiri Proses Pembakaran Mayat Secara Adat di Pegunungan Tengah Nduga

For acehimage.comProses pembakaran mayat warga Papua secara adat
A A A

ACEHIMAGE.COM – Sebagai wujud rasa empati atas meningalnya salah satu tokoh masyarakat yang dituakan di Kampung Mosolma Distrik Mbua, 15 Prajurit Satgas Yonif RK 114/Satria Musara dari Pos Mbua dipimpin Lettu Kev Robert Wilson Sihombing selaku Pabintal Satgas turut menghadiri upacara kedukaan tersebut. Rabu, 19 Januari 2022.

Dansatgas Yonif RK 114/ Satria Musara Letkol Inf Putra Negara, SH MHan melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan,  warga yang meninggal dunia adalah Amun Wasiangge yang bertempat tinggal di Kampung Mosolma Distrik Mbua. Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh yang dituakan di kampung Mosolma dan merupakan kerabat dekat dari Pendeta Gereja Bahtera Distrik Mbua Bapak Utlock Lokbere.

Dansatgas menambahkan, kegiatan yang dilakukan merupakan wujud simpati dan empati serta kepedulian terhadap masyarakat. TNI harus selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan harus bisa menjalin silaturahmi dengan masyarakat dalam situasi apapun.

“Saya secara pribadi dan mewakili seluruh Prajurit Satgas Yonif RK 114/ Satria Musara menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menerima cobaan ini,” ujar Dansatgas.

Pada kesempatan yang sama di lokasi prosesi pembakaran mayat Pabintal Satgas mewakili seluruh Prajurit Satgas Yonif RK 114/ Satria Musara berkesempatan menyerahkan bantuan kedukaan kepada keluarga yang berduka.

“Kami hadir sebagai nanggam, sebagai saudara mewakili prajurit Pos Mbua tidak hanya dalam suka namun dalam duka dukungan saudara akan tetap ada, semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan, semoga arwah almarhum diterima di sisi-Nya,” tambah Pabintal Satgas.

Prosesi pembakaran mayat dilaksanakan secara sederhana dan dalam suasana duka cita. Ditengah kerabat dan warga yang hadir dalam acara prosesi pembakaran mayat turut hadir menyaksikan Pendeta Utlock Lokbere. Setelah prosesi pembakaran mayat selesai, sebagai kerabat almarhum Pendeta Utlock Lokbere mewakili keluarga yang berduka berkesempatan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan doa kepada keluarga yang berduka.

“Hari ini, kepada Komandan dan saudara kami anak-anak TNI pos mbua terimakasih sudah hadir turut mendoakan kerabat kami, atas bantuan kedukaan yang diterima semoga mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yesus,” ungkap Pendeta Utlock Lokbere.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...