Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Ilham Rizky Maulana:

Gubernur Terpapar COVID-19, Fungsi Vaksin Diragukan

FOR ACEHIMAGE.COMIlham Rizky Maulana mahasiswa Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry
A A A

BANDA ACEH - Baru-baru ini Aceh digegerkan akibat Gubernur Aceh Nova Iriansyah terpapar pandemi COVID-19 berdasarkan hasil swab PCR pada Senin, 31 Mei 2021. Terpaparnya COVID-19 Gubernur Aceh. Tentu saja ini menjadi sebuah tanda tanya besar dibenak khalayak ramai.

Karena menurut pernyataan Kabiro Humas Pemerintah Aceh Muhammad Iswanto. Dimana selama ini Gubernur Aceh mengikuti semua kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dari segala kegiatan baik kegiatan formal maupun nonformal seperti penerimaan tamu dilakukan dengan protkes yang ketat.

Bahkan disebutkan, Nova Iriansyah telah melakukan penyuntikan vaksin sebanyak dua kali, yang dilakukan pada Jumat, 15 Januari 2021 dan penyuntikan kedua dilakukan setelah 14 hari berselang, yaitu Jumat, 29 Januari 2021.

"Hal inilah yang menjadi sorotan bagi saya, dan publik pun bertanya-tanya saya rasa. Apakah program vaksin yang dianggarkan hingga Rp35,1 Triliun, Vaksinnya tersebut tidak bekerja hingga tidak mampu membuat kekebalan didalam tubuh."tanya Ilham Rizky Maulana mahasiswa Ushuluddin dan Filsafat UIN AR-Raniry melalui press rilis yang dikirim ke media acehimage.com.

Ia menyebutkan, bukankah vaksin COVID-19 merupakan bentuk pencegahan yang berfungsi mendorong pembentukan kekebalan tubuh spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertularnya penyakit tersebut."

Seharusnya pihak terkait harus menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi, karena jika tidak ada penjelasan yang jelas dari para pihak terkait, akan memicu keraguan ditengah-tengah masyarakat yang berdampak pada ketidak percayaan masyarakat pada program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Karena mengingat begitu besarnya anggaran yang digelontorkan dalam pengadaan Vaksin yang diberinama Sinovac tersebut. Karena sangat disayangkan apabila telah menerapkan protkes bahkan telah vaksin, masih juga terpapar COVID-19. Lalu apa fungsi dari Vaksin jika tetap terpapar COVID-19."tanya Ilham.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...