Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, MA, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 3 Oktober 2022 episode ke 13 Tahun ke 3 dengan tema: Benarkah di Bawah Tangan Alhudri Pendidikan Aceh Terpuruk? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Demi Kejar 1 Juta Wisatawan

Gubernur Sulut ‘Sekolahkan’ Orang ke China

FOTO | ISTIMEWAIlustarsi
A A A

BANYAK daerah wisata di Indonesia memiliki keindahan alam yang tidak kalah cantik dengan di luar negeri. Sayangnya, banyak daerah belum terekspos.

Oleh karena itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey pun meminta pemerintah pusat turun tangan dalam mengembangkan kawasan pariwisata yang ada di daerahnya. Menurutnya, untuk mengembangkan daerah wisata tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan cukup.

"Dana APBD kita kecil tanpa ditopang pusat tidak bisa jalan," tutur Olly kala menghadiri rapat terbatas (ratas) pengembangan destinasi pariwisata prioritas.

Olly mengaku, pemerintah Provinsi Sulut sendiri sudah melakukan penataan kawasan wisata dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara terbatas. Dia pun menargetkan satu juta wisatawan, baik lokal maupun asing bila pariwisata di Sulut tiap tahunnya.

"Kami sudah memulai pengembangan SDM, orang sudah kita kirim ke China untuk belajar bahasa China selama dua tahun, jalan sudah kita perbaiki," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah untuk ikut serta mengembangkan kawasan wisata di masing-masing daerahnya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti kualitas sumber daya manusia agar ditingkatkan, di mana pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama memberikan traning kepada masyarakat sekitar yang bekerja di sektor pariwisata.

Jokowi pun meminta akses konektivitas menuju destinasi wisata diperbaiki. Dia melihat infrastruktur masih perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, hingga konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan agar destinasi pariwisata bisa menjual produk-produk khas daerah setempat. Sehingga, wisatawan bisa melihat kebudayaan asli di daerah yang dikunjunginya.

Sumber:okezone.com
Rubrik:TRAVEL

Komentar

Loading...