Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah menetapkan tersangka dan menahan dugaan pembuatan ijazah palsu, pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Tersangka yang ditetapkan yakni , AS (37) yang merupakan staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah yang mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah. Polres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim mengatakan, sejauh ini masih menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembat ijazah palsu.

Gubernur Nova, Tiga Point Aceh Bangkit Menatap Hari Esok

ISTIMEWAGubernur Aceh, Nova Iriansyah
A A A

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih serta penghargaan kepada masyarakat nasional maupun komunitas internasional atas solidaritas dan dukungan dalam rangka rehabilitasi dan rekontruksi pasca tsunami di Aceh.

Tercatat tidak kurang dari 53 negara yang telah berkontribusi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca bencana.

Hal itu disampaikan pada peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh Sabtu (26/12/2020).

Pemerintah dan masyarakat Aceh katanya, memberikan apresiasi kepada negara-negara pendonor, salah satunya melaluisimbol terima kasih kepada dunia yang dibuat dalam bentuk monument “thanks to the world” dan prasasti “thankyou and peace” yang bertuliskan nama dan bendera negara serta ekspresi rasa syukur dalam bahasa masing-masing negara.

"Nah, itu dapat dilihat di sepanjang “jogging track” Lapangan Blang Padang, Banda Aceh," ungkap gubernur Nova.

Namun karena ada pandemi covid-19 lanjutnya, sudah sepatutnya peringatan bencana Gempa dan Tsunami Aceh ke-16 tahun 2020 ini diselenggarakan dalam lingkup yang terbatas.

"Meskipun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi keterbatasan seperti ini diharapkan tidak mengurangi kekhidmatan acara kita pada hari ini karena masyarakat pada umumnya juga dapat mengikuti acara ini melalui virtual dan program live streaming dari berbagai media," katanya.

Dia berharap kegiatan tersebut tetap berjalan baik dan lancar hingga akhir.

Sesuai dengan tema peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh tahun 2020, yaitu: “Refleksi Tsunami dan Kekuatan Masyarakat Aceh Dalam Menghadapi Pendemi Covid- 19” maka semangat dan daya dorong sebagai masyarakat yang terkenal religius dapat membentuk keyakinan dan kesadaran.

Katanya masyarakat Aceh yang religius sadar atas kebesaran dan kekuasaan Allah serta mengingatkan bahwa negeri ini termasuk salah satu kawasan yang rawan bencana, meskipun hakikatnya semua itu adalah ujian Allah SWT.

Oleh karena itu sebagai Refleksi 16 Tahun Tsunami Aceh kali ini, ada beberapa point penting yang perlu ia sampaikan.

Pertama, peringatan tsunami tahun ini mesti di jadikan sebagai momentum untuk membentuk kesadaran dan meningkatkan keimanan kita, dimana musibah yang terjadi merupakan bukti begitu tidak berdayanya kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Kedua, peringatan ini hendaknya menjadi media untuk membangun kekuatan dalam menghadapi berbagai bencana baik alam maupun bencana non alam yang kerap terjadi di negeri kita.

Bencana yang mengancam

Seperti bencana saat ini yang masih mengancam yaitu banjir, tanah longsor, dan termasuk yang sangat meresahkan yaitu Pandemi Covid-19.

Namun sebagai muslim, kita tidak boleh lupa, bahwa risiko bencana itu akan terhindari dengan jalan meminta ampun dan bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Point terakhir, walaupun bencana itu telah 16 tahun berlalu, dapat dipastikan kejadian besar tersebut masih berbekas di hati dan ingatan masyarakat Aceh.

Namun kita harus dapat mengambil hikmah dari ujian tersebut, serta bertekad untuk terus bangkit dan menatap hari esok yang lebih baik.

"Kita harus terus berkarya dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pembangunan dan pemberdayaan ekonomi keummatan," tuturnya.

Dengan optimisme selama 16 tahun pula, kita telah dapat membuktikan bahwa masyarakat Aceh yang agamis tidak pernah berputus asa, kita telah bangkit dari keterpurukan.

Berbagai kemajuan pula telah nampak nyata ke permukaan, seperti sektor pembangunan, perekonomian, penididikan, pariwisata dan beberapa sektor unggulan lainnya.

Tiga point sebagai refleksi 16 Tahun Tsunami Aceh tersebut, Nova menegaskan bahwa 3 (tiga) fokus utama untuk kemajuan Aceh masa yang akan datang, yaitu mengingat (remembering), bersyukur (thanking) dan keseimbangan (balancing).

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...