Pengamat Politik dan pembangunan dari Universitas Muhammadiyah Aceh Dr Taufik A Rahim menyampaikan dari seratus kelompok penerima dana hibah COVID-19 ada diantaranya merupakan underbow Partai Politik. Hal tersebut disampaikan Dr Taufik dalam wawancara peHTem, Kamis (14/1/2021) kemarin. peHTem merupakan salah satu program Poadcash acehimage.com.

Gubernur Harap BIC Sebagai Tempat Peradaban Islam

SAMSUDDINGubernur Aceh Ir Nova Iriansyah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Bandar Islamic Center (BIC)
A A A

BENER MERIAH – Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Bandar Islamic Center (BIC) di Kampung Pondok Ulung, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (22/12/2020).

Bandar Islamic Center (BIC) yang akan dibangun tersebut direncanakan dibangun diatas lahan seluas 3 sampai 6 hektar dengan mengusung Visi, "Menjadikan pusat pembinaan umat islam dalam mencapai kesejahteraan dunia akhirat, dibawah naungan ridho Allah".

Sedangkan Misinya, “Memfasilitasi pembinaan aqidah, ibadah, Ahlak dan muamalah umat. Berbasiskan keluarga, dengan mengutamakan dan kepemimpinan denggan bersumber kepada Al Qura’an dan as-sunah sesuai dengan pemahaman generasi awal umat islam".

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutanya menyampaikan, Hari ini sama-sama akan menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Bandar Islamic Center (BIC) di Kecamatan Bandar ini.

"Oleh karena itu, sudah seyogyanya kita mengucapkan selamat dan terimakasih kepada panitia pembangunan BIC atas upaya yang tidak mengenal lelah sehingga proses peletakan batu pertama dapat dilaksanakan hari ini,"ujar Nova Iriansyah.

"Kita menyedari bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah langkah awal yang perlu didukung oleh semua pihak, karena perjuangan untuk membangun BIC ini sesunguhnya masih panjang dan membutuhkan waktu serta sumber yang relatif tidak sedikit,"sebut Nova.

Ia yakin, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukan oleh masyarakat, Insyaallah pembangunan BIC dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Menurut Nova, keyakinan tersebut bukanlah tanpa dasar, mengingat masyarakat baik suku Gayo, maupun suku-suku lainya yang ada di Kabupaten Bener Meriah telah menunjukan kekompakannya dalam mendukung setiap rencana pembangunan yang dilaksanakan di daerah ini. hal itu tentu tidak terlepas dari sistem budaya masyarakat kita yang berbasis spiritual dan berorentasi akhlakul-karimah.

Lanjutnya, nilai-nilai budaya ini telah membentuk pergaulan hidup bersama dengan penuh kehormatan berlandaskan syariat islam. Nilai nilai budaya tersebut antara lain genap mupakat “syuro“ (Musyawarah) amanat (amanah), tertib,alang tulung beret berbantu (saling tolong menolong), gemasih (kasih sayang), setie (setia dalam kebersamaan) dan mutentu (rajin dan berdaya guna).

Oleh karena itu ia berharap, agar semua terus mempertahankan, menjaga dan memupuk nilai-nilai budaya ini sebagai modal dasar pembangunan sehingga apa yang kita cita-citakan terutama pembanguan BIC di Kecamatan Bandar ini akan dapat selesai tepat waktu dan sesuai tujuan pembangunanya.

Nova mengaharapkan, agar kehadiran BIC nantinya janganlah hanya dibanggakan dari sisi fisiknya yang besar dan megah. Tetapi, yang lebih penting adalah bagaimana BIC dapat dijadikan pusat peradaban islam, pusat pengembangan masyarakat, pusat pemersatu ummat, pusat peningkatan keimanan dan ketakwaan dalam membentuk ahlak mulia serta kecerdasan ummat.

Sementara itu Seketaris daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah Drs Haili Yoga menyampaikan, Ini adalah moment awal sekaligus juga merupakan bukti bahwa Bener Meriah maju dan memiliki kebulatan niat dan tekad dalam memabangun daerah yang tercinta ini.

“Kita semua berharap Pembangunan Bandar Islamic Centre ini bisa menjadi Land Mark atau ciri khas kebanggaan masyarakat Bener Meriah, Insyaallah segala niat dan perjuangan kita diridhoi oleh Allah SWT dalam mewujudkan Bener Meriah yang Harmoni, Maju dan Sejahtera,” Kata Haili Yoga.

Sejalan dengan perkembangan masyarakat, fungsi Bandar Islamic Centre ini nantinya juga sebagai pusat kegiatan umat Islam, baik kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, maupun kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis keagamaan, agar ini perlu mendapat perhatian yang lebih besar dari umat Islam.

“Selama ini para orang tua di Kabupaten Bener Meriah cenderung menyekolahkan anaknya keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan baik secara umum maupun berbasis keagamaan seperti Pondok Pesantren, insya allah dengan kehadiran BIC ini dapat menjadi wadah anak-anak kita menimba ilmu,"tutup Sekda.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...