Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Gubernur Aceh Perintahkan Dinas Partanian dan Pangan Aceh Atasi Persoalan Anjloknya Harga Tomat di Bener Meriah

SamsuddinIr Cut Huzaimah
A A A

BENER MERIAH – Buntut dari anjloknya harga tomat dan sempat viral akibat dibuang-buang begitu saja oleh pemilik dan pedangan tomat di Kabupaten Bener Meriah, Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah memerintahkan Kapala Dinas  Pertanian dan Perkebunan Aceh serta Kepala Dinas Pangan Aceh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Guna untuk menghimpun persoalan yang dihadapai para pedagang di Kabupaten Bener Meriah terkait turunnya harga komoditi tomat, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh  Cut Huzaimah serta Kadis Pangan Aceh Cut Yusminar  yang didampingi Kepala Dinas Pertanaian Bener Meriah Nurisman, Kabid Pangan Salawati, serta perwakilan Dinas Perdagangan Bener Meriah Syafri temui Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah.

Pertemuan itu berlangsung di Seketeriat APSBM yang terletak di Pusat Pasar Pedagang Sayur Bener Meriah, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Kamis, 5 Agustus 2021

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah saat di wawancarai awak media menyebutkan, kehadiranya ke Bener Meriah adalah untuk mencari solusi terkait anjloknya harga tomat di daerah tersebut.

“Kami bersama dinas Pangan Aceh diperintahkan bapak Gubernur untuk menyelesaikan persolan anjloknya harga komoditi tomat, sebagiman setiap ada persoalan bapak Gubernur memerintahkan instansi terkait untuk mencari solusi dan menyelasaikannya,”kata Cut Huzaimah

Menurutnya, dalam menyelesaikan persoalan anjloknya harga tomat ada bebarapa solusi yang ditawarkan diantaranya,  solusi secara instan yakni, hari ini juga kita siap mensubsidi kos (biaya ) angkut untuk mengangkut tomat yang hari ini over produksi di Bener Meriah. “Kita siab memberikan subsidi biaya angkut tomat tersebut baik kedaerah yang ada di wilayah Aceh maupun diluar Provinsi Aceh, sebab untuk biaya angkut tersebut sudah diangakarkan di dinas Pangan.” Terang Cut Huzaimah

Sedangkan Solusi jangka menengah, kita akan mengatur pola tanam sehingga tidak terjadi lagi over produksi, kita akan memotivasi petani mengatur pola tanam supaya tidak terjadi over produksi disuatu masa dan tidak produksi disuatu masa. Jadi stabil selalu produksianya, dengan hal itu  harga di tingkat petani juga stabil.

“Untuk mengatur pola tanam kita akan bekerjasama dengan penyuluh pertanian, pedagang, untuk mensosialisasikan kepada pihak  petani agar tidak terjadi over produksi,” ujarnya

Sedangkan, solusi jangka panjang, kita juga akan menyediakan kastorit. Terkait   kastorit kita butuh waktu, butuh DED nya, perlu perencanaan yang matang  sehingga kastorit ini bisa bermanfaat dengan benar.

Solusi jangaka panjangnya lagi, kita akan berupaya menghadirkan investor pabrik saos,  penghasil saos tamot. Tapi ini juga perlu kita lakukan kajian terhadap ketersedian bahan baku yang harus tersedia. Sebab untuk pabrik bahan baku itu harus selalu stanbay tidak boleh hari ini bahan bakunya over dan kadang-kadang sampai tidak ada.

“Kalau itu terjadi pabri tidak mungkin menutup, sebab pabrik itu ada tenaga kerja yang mereka harus biayai setiap hari dan mesinnya juga harus selalu operasional. Jadi inilah solusi-solusi yang kita tawarkan. “ jelas Cut

Cut meneybutkan, seandainya dari awal pihak asosiasi pedang sayur di Bener Meriah menjalin komunikasi dengan pihaknya tentu kejadian yang semapat viral dengan membuang-buang tomat akibat harga yang anjlok tidak sampai terjadi.

“Ini mis aja yang terjadi, seandainya mereka (asosiasi ) mengkomunikasikan kepada pihaknya terkait  over produksi tomat tentu kita akan mencari solusi, apabila itu dikomunikasikan tentu ada solusi sebab kita yang turun hari ini bukan hanya dari satu dinas, tetapi beberapa dinas mencari peluang-peluang dengan anggran yang ada di dinas masing-masing.” Tegas Cut Huzaimah

Sebelumnya, Ketua APSBM Sabardi menyempaikan, pihaknya sangat membutuhkan truk pengangkut dimana selama ini pihaknya dalam mengirim barang-barang mereka mengunakan jasa ekspedisi yang biaya angkutnya cukup mahal.

“Bila tersedia angkutan barang tentu itu akan memudahkan pedagang serata akan menguntungkan petani juga karena kos angkut tidak terlalu terbeban. Karena di Kabupaten Bener Meriah hampir 80 persen pedagangnya adalah petani juga.”ungkap Sabardi

Ia juga meminta pemerintah  membangun kastorit baru di komplek pusat pasar itu, hal itu fungsinya jika terjadi over produksi dapat disimpan sebab seperti komoditi tomat tidak dapat ditahan terlalu lama jika tidak ada kastorit. Imbuhnya

Saat di tanya terkait harga tomat saat ini, Sabardi menjelaskan untuk hari ini harga tomat sudah mulai stabil, karena para pedagang dapat membeli tomat dari petani  seharaga Rp 2500  rupiah per kilo. Terangnya.

ia mengungkapkan, sebelumnya harga tomat sempat anjlok sampai harga Rp 1000 hingga 500 rupiah perkilo, akibatnya banyak pedagang maupun petani membuang tomat mereka.

"Setiap hari 10 ton bahkan lebih tomat di buang begitu saja, akibatnya baik pedagang mau pun petani mengalami kerugian perharinya 10 juta paling sedikit, dan hal itu berlangsung selama dua pekan. alhamdulilah hari ini harga tomat sudah stabil lagi" papar Sabardi

sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah, Nurisman menyebutkan pihaknya akan mencari regulasi terlakit penetapan zonasi tanam agar tidak terjadi over produksi terhadap satu jenis komoditi.

"Dari dulu sudah perna dibahas terkait penetapan zonasi tanam, agar penetapan zonasi itu lebuh efektif kita akan membuat regulasi serta penentuan komoditi yang baik sesuai wilayahnya." ucap Nusrisman []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...