Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Grab Siapkan Fitur Baru untuk Tingkatkan Keselamatan di Jalan

ShutterstockGrab Siapkan Fitur Baru untuk Tingkatkan Keselamatan di Jalan
A A A

JAKARTA- Grab menyiapkan roadmap berisi fitur baru untuk meningkatkan keamanan penumpang dan pengemudi di jalan. Fitur-fitur ini tidak hanya melindungi pengguna selama perjalanan, tapi juga sebelum dan sesudahnya.

Head of Technology, Integrity Group, Transport, and Patents Office Grab, Wui Ngiap Foo mengatakan Grab telah berinvestasi banyak untuk mengembangkan teknologi yang membuat pengguna merasa lebih aman.

Salah satu fitur yang akan dihadirkan Grab adalah verifikasi tanpa gestur. Fitur ini akan membawa peningkatan untuk sistem verifikasi selfie yang sudah beberapa tahun belakangan digunakan Grab untuk mitra pengemudi dan penumpang.

Wui mengatakan fitur verifikasi selfie yang sudah ada memang membantu mengidentifikasi jika orang yang berusaha login benar-benar pemilik akun. Tapi Grab mendapat banyak feedback dari pengguna yang mengatakan fitur ini memiliki banyak friksi.

Fitur verifikasi tanpa gestur ini memanfaatkan cahaya yang dipantulkan ke wajah. Kamera kemudian menangkap bagaimana cahaya tersebut dipantulkan di hidung, retina dan wajah untuk melihat apakah kontur wajah sesuai dengan pemilik akun.

"Berdasarkan cahaya yang menyinari wajah kita bisa melihat sudut refraksi yang berbeda dan itu bisa digunakan untuk melihat apakah itu manusia 3D atau hanya foto," kata Wui dalam sesi virtual Grab Tech Insider, Rabu (18/11/2020).

Selain itu, Grab juga akan mengenalkan fitur di GrabChat untuk menyaring pesan dengan kata-kata yang tidak pantas. Wui mengatakan fitur ini akan dikenalkan karena perusahaan ride hailing ini melihat peningkatan pesan dengan kata-kata yang tidak pantas.

Wui menjelaskan fitur ini memanfaatkan natural language processing yang mempelajari bahasa manusia untuk mendeteksi pesan tidak pantas yang sifatnya abusive, phishing, seksual atau penipuan dan menyaringnya dari GrabChat.

Kedua fitur ini akan melengkapi sederet fitur dan sistem keamanan dan keselamatan yang telah ada di Grab. Sebut saja sistem yang memonitor pengguna saat dalam perjalanan jika mereka berhenti mendadak karena alasan tertentu. Sistem ini akan menampilkan notifikasi dan secara otomatis memanggil ambulans jika pengemudi dan pengguna terlibat kecelakaan.

Lewat sistem yang ada di aplikasi, Grab juga bisa mendeteksi kecepatan kendaraan atau jika tiba-tiba pengemudi mengerem mendadak. Semua fitur ini dihadirkan agar Grab bisa meminimalisir kecelakaan di jalan raya.

"Kami menetapkan gol yang sangat tinggi yaitu nol kecelakaan, kami tidak akan berhenti sebelum mencapai nol kecelakaan, dan saat ini masih banyak yang harus dilakukan," pungkas Wui.

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...