Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan menyebabkan pipa PDAM Tirta Naga yang menyuplai air ke permukiman pelanggan di kecamatan Samadua terputus akibat tersapu banjir, Senin (8/3/2021). Petugas Distribusi PDAM Tirta Naga Rizal mengatakan, pipa dialiran Sungai di beberapa tersapu hingga berserakan akibat tanggul penahan pipa besi jebol diterjang derasnya debit air saat hujan mengguyur. "Sejak pagi minggu (7/3/2021) Kami sudah meminta bantuan ke BPBD Dan alhamdulillah sekarang semua anggota sudah kelokasi sikabu untuk tindak lanjut perbaikan dan sebagainya,"kata Rizal.

Google Hapus Tanda SOS di Pulau Laki

Google MapsSOS yang sempat ada di Google Maps.
A A A

JAKARTA - Sebuah tanda 'SOS' dilaporkan ditemukan pada Google Maps di Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Tanda tersebut pun viral dan berkeliaran di lini masa media sosial dan ditanggapi informasi beragam dari netizen.

Karena hebohnya isu tersebut, detikINET pun meminta tanggapan dari Google Indonesia terkait masalah tersebut. Melalui pesan singkat, Google menyampaikan jawabannya. Menurut Google, pihaknya sudah melakukan penghapusan ikon 'SOS' itu dari Pulau Laki.

"Terima kasih telah menyampaikan ini kepada kami, masalah ini sekarang telah diperbaiki. Kami telah menghapus ikon di lokasi tersebut dari Google Maps," kata Google dalam pernyataan resminya kepada detikINET, Rabu (20/1/2021).

Lebih lanjut, Google menyampaikan bahwa jika masyarakat melihat ada sesuatu di yang kurang tepat, mereka dapat dengan mudah melaporkannya kepada tim Google di desktop atau perangkat seluler. Selengkapnya untuk melaporkan error data atau konten di Google Maps, pengguna bisa mengklik link di bawah ini:

https://support.google.com/maps/answer/3094088?co=GENIE.Platform%3DDesktop&hl=id

Ketika dicek detikINET, tanda SOS ini sudah hilang dari Google Maps. Sebelumnya, Camat Kepulauan Seribu Selatan, Angga Saputra, mengatakan pihaknya sedang menelusuri keberadaan kabar tersebut.

"Hari ini lagi ditelusuri ke sana. Kita telusuri dulu, saya (dapat) capture-an doang kan," ujar Angga saat dihubungi detikcom, Rabu (20/1/2021).

Pulau berluas 5 hektare itu diketahui merupakan sebuah pulau tak berpenghuni. Karenanya, Angga menduga sinyal tersebut bisa saja berasal dari nelayan yang bersandar di Pulau Laki. Menurutnya, apabila musim angin barat seperti sekarang, biasanya ada nelayan yang bersandar di Pulau Laki.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga tengah melakukan penelusuran mengenai kabar tersebut. Informasi masih terus berkembang untuk saat ini.

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...