Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Satreskrim Polres Bener Meriah

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Hanafiah

Humas Polres Bener MeriahPelaku pembunuhan Hanafiah memperagakan reka ulang pembunuhan
A A A

BENER MERIAH – Satreskrim Polres Bener Meriah menggelar rekonstruksi (reka ulang) pembunuhan berencana terhadap Hanafiah (47) pedagang asal Aceh Utara, rekonstruksi tersebut dilaksanakan di Mapolres setempat.

Seperti diketahui, jenazah Hanafiah (47) ditemukan dalam kebun di Dusun Belang Terujak, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah pada 27 Februari 2021 lalu.

Dalam kasus itu, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah menetapkan empat orang tersangka, yaitu JM (49) warga Bener Meriah, AB (40) warga Langsa,  NS (40) dan  FT (28) keduanya warga Aceh Timur.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Bustani SH MH mengatakan, sebanyak 51 adegan pembunuhan yang menghabisi nyawa korban Hanafiah diperagakan.

Para pelaku nekat menghabisi nyawa korban demi menguasai harta milik korban Hanafiah. Dalam rekontruksi itu juga terlihat keahlian dan perencanaan yang matang para tersangka JM Cs.

JM sudah merencanakan untuk menghabisi korban menggunakan benda tumpul yaitu besi dan kayu, saat korban tiba di lokasi itu. JM dalam posisi bersembunyi, sedangkan AB bertemu langsung dengan korban.

Pada saat itu, AB sudah memegang sebatang besi yang disembunyikan dibalik lengan sebelah kanan.

Kemudian JM dan AB mendekati korban dari arah belakang. Selanjutnya, AB langsung mengayunkan besi kearah kepala belakang korban, namun korban mengelak dan tidak mengenai korban.

Melihat hal itu, lalu JM mengambil sebilah kayu yang sudah dipersiapkan yang diletakkan tidak jauh dari lokasi korban berdiri.

Tak menunggu lama, JM langsung memukul kayu tersebut kearah kepala sebelah kiri korban yang menyebabkan korban jatuh tersungkur ketanah dengan posisi terlungkup dan tak sadarkan diri.

Setelah korban dinyatakan tak bernyawa lagi, para pelaku kemudian membuang jasad Hanafiah menggunakan kereta dorong oleh kedua pelaku kearah jurang.

“Atas perbuatanya, pasal yang kita sangkakan untuk JM yakni  pasal 338, 340, dan 365. Untuk yang membantu tindak pidana ini kita sangkakan dengan pasal 338, 340, 365, Junto 55 KHUP pidana, dengan tuntuntan hukuman seumur hidup,” tutur Iptu Bustani

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...