Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Komisi IV DPRK Banda Aceh

Gelar Rapat dengan Mitra terkait Kinerja Tahun 2021

FOR ACEHIMAGE.COMKomisi IV DPRK Banda Aceh menggelar rapat dengan sejumlah mitra komisi yakni Dinas Kesehatan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Dinas Syariat Islam, dan Dinas Pendidikan Dayah, Jumat (29/1/2021).
A A A

BANDA ACEH - Komisi IV DPRK Banda Aceh menggelar rapat dengan sejumlah mitra komisi yakni Dinas Kesehatan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Dinas Syariat Islam, dan Dinas Pendidikan Dayah, Jumat (29/1/2021).

Rapat berlangsung di lantai tiga Gedung DPRK Banda Aceh dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Tati Meutia Asmara. Dihadiri Wakil Ketua, Tgk Januar, dan para anggota, Safni, T Hendra Budiansyah, dan Kasumi Sulaiman.

Tati Meutia Asmara mengatakan, Komisi IV berinisiatif mengadakan pertemuan tersebut sebagai program pengawasan yang dimulai sejak awal tahun. Masukan-masukan yang disampaikan dalam rapat tersebut diharapkan bisa memaksimalkan kinerja para mitra pada tahun 2021 ini.

Selain itu, rapat tersebut juga untuk menggali persoalan yang timbul pada tahun sebelumnya sebagai evaluasi agar tidak terulang kembali pada tahun ini.

“Insya Allah ke depan akan disusun lagi agenda rapat dengan mitra lain terkait berbagai program yang akan kita laksanakan pada tahun 2021 ini,” kata Tati.

Dalam rapat tersebut kata Tati, juga dibahas terkait isu terkait vaksinasi yang tidak membawa bumerang bagi Kota Banda Aceh.

Politisi PKS ini mengatakan, evaluasi pihaknya selama pandemi membuat beberapa perubahan pada struktur sosial. Salah satunya adalah terjadinya kasus-kasus pelanggaran syariat. Sehingga hasil rapat dari tiga mitra yakni Dinas Syariat Islam, MPU, dan Dinas Pendidikan Dayah mengimbau agar berkolaborasi untuk mengatasi persoalan terkait pelanggaran syariat Islam.

“Mudah-mudahan harapan kita dapar tercapai dengan maksimal,” tuturnya.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...