Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

Mahasiswa di Aceh Barat

Gelar Aksi Unjukrasa di Gedung DPRK

FOTO | SITI AISYAHMay Day 2019
A A A

ACEH BARAT - Peringati May Day atau Hari Buruh Internasional, Puluhan mahasiswa di Aceh Barat lakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Rabu, 1 Mei 2019.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buruh Rakyat Menggugat (GMBRM) itu mendesak pemerintah agar segera menghapus sistem kerja outsourching dan sistem kerja yang tak memihak kepada masa depan para buruh dan tenaga kerja.

Dalam Aksinya mahasiswa juga membentangkan sejumlah karton dan spanduk dan juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan penindasan terhadap para buruh, serta membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Orasi disampaikan secara bergantian, mahasiswa mendesak pemerintah agar memberlakukan jaminan sosial kepada masyarakat dan bukannya asuransi sosial seperti yang selama ini berlaku.

Koordinator aksi Ida Zubaidah mengatakan, Unjukrasa itu dilakukan untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak buruh yang selama ini dinilai adanya ketidakadilan dan penindasan terhadap buruh.

"Menurut dia, dengan dikeluarkannya PP Nomor 78 tahun 2015 oleh pemerintah, telah menindas buruh dan tidak mempertimbangkan Nasib buruh dimana dalam PP tersebut Upah yang di atur tidak sesuai dan tidak dapat terpenuhi kebutuhan pekerja," Ujarnya

Ida menambahkan rata-rata gaji buruh di Aceh Barat sekitar 800 ribu, buruh masih belum menerima upah layak bahkan masih dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP). itu data yang kita terima dari laporan masyarakat.

"Kebutuhan hidup buruh tidak bisa terpenuhi dengan gaji 800 Ribu, dan bahkan buruh dipaksa jam kerjanya bahkan sampai 12 jam dalam sehari dengan catatan pekerja harus kejar target," Jelasnya
Atas dasar itu, kata dia, pihaknya ingin pemerintah setempat peka terhadap persoalan yang dihadapi kaum buruh di Aceh Barat. Mengingat upah yang diterima para buruh tidak sesuai dengan kebutuhan hidup saat ini.

Pemerintah Aceh Barat, juga didesak segera membentuk tim mediasi di Dinas Tenaga Kerja, lantaran tim mediasi di dinas tersebut memiliki peran sangat besar dalam menyelesaikan persoalan buruh di Aceh Barat.

Meski berada dalam terik panas matahari, mahasiswa tanpa henti melakukan orasi dan menyanyikan lagu perjuangan dan yel-yel mahasiswa.

Aksi ini juga mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian Satuan Lalulintas Polres Aceh Barat.

Wartawan:Siti Aisyah
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...