Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Memanas

Garda Revolusi Iran Tangkap Kapal Tanker Inggris

FOTO | ISTIMEWAGarda Revolusi Iran menangkap sebuah kapal tanker Inggris, Stena Impero
A A A

TEHERAN - Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan pasukan elit negara itu Garda Revolusi mengklaim telah menangkap sebuah kapal tanker Inggris. Stena Impero, nama kapal tanker itu, ditangkap karena melanggar peraturan internasional.

"Kapal tanker itu dibawa ke daerah pantai dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan," kata televisi pemerintah Iran yang disitat Reuters, Sabtu (20/7/2019).

Sementara itu pemilik kapal, Stena Bulk, dan manajer Northern Marine Management mengkonfirmasi penyitaan tersebut.

Mereka mengatakan bahwa sekitar pukul 4 sore waktu Inggris, Stena Impero didekati oleh kapal kecil tidak dikenal dan sebuah helikopter selama transit di Selat Hormuz ketika kapal berada di perairan internasional.

“Kami saat ini tidak dapat menghubungi kapal yang sekarang menuju utara menuju Iran. Ada 23 pelaut di atas kapal. Tidak ada cedera yang dilaporkan dan keselamatan mereka menjadi perhatian utama bagi pemilik dan manajer," kata mereka.

“Prioritas pemilik kapal Stena Bulk dan manajer kapal Northern Marine Management adalah keamanan dan keselamatan awak kapal. Kami berhubungan erat dengan otoritas pemerintah Inggris," sambungnya seperti dikutip dari Independent.

Data pelacakan menunjukkan Stena Impero mengibarkan bendera Inggris dan menuju pelabuhan Saudi Jubail di Teluk.

"Kami segera mencari informasi lebih lanjut dan menilai situasi berikut laporan dari sebuah insiden di Teluk," kata seorang juru bicara pemerintah Inggris.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berkobar sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir iran 2015. Setelah itu, AS menjatuhkan sanksi yang membuat Iran meradang.

elain itu, insiden ini juga terjadi beberapa minggu setelah Inggris merampas kapal tanker Iran di Gibraltar. Kapal tanker Iran disebut telah melanggar sanksi Uni Eropa karena mengirim minyak ke Suriah.

Perampasan kapal tanker itu membuat Iran murka dan bersumpah akan membalas aksi Inggris.

Kapal fregat HMS Montrose terpaksa mengusir kapal perang Garda Revolusi Iran minggu lalu setelah mereka mencoba mencegat kapal tanker minyak Bristish Petroleum.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...