Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kewenangan kepada 14 kabupaten/kota di Aceh bersama 88 Kabupaten/Kota lainnya yang berstatus zona hijau atau belum terdampak Covid-19, untuk membolehkan masyarakat melaksanakan kegiatan yang produktif.

Gajah Mati di Aceh Timur Diduga Keracunan

ISTIMEWATim BKSDA Aceh mengumpul bukti dan sample bangkai gajah,Jum'at (17/4/2020)
A A A

ACEH TIMUR-Tim BKSDA Aceh bersama pihak Polres dan Kodim Aceh Timur, serta petugas CRU Serbajadi melakukan kegiatan olah TKP dan nekropsi terhadap bangkai gajah, yang sebelumnya diyatakan mati, guna mengetahui penyebab kematiannya, Sabtu (18/4/2020).

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan, nekropsi ini sendiri dilakukan pihaknya untuk mengetahui penyebab kematian hewan yang dilindungi tersebut.

"Ini merupakan proses tindak lanjut dari hasil pengecekan awal adanya bangkai gajah di sekitar areal Afdeling 3 PT Dwi Kencana atau PT Makmur Inti Bersaudara, Dusun Blang Gading, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur",kata Agus Arianto.

Dari hasil olah TKP ditemukan adanya cairan merah dan bubuk yang terbungkus plastik dan tergantung pada pohon serta di bawah gantungan plastik tersebut, ditemukan kotak plastik yang berisi bubuk hitam yang diduga salah satu jenis bahan insektisida yang umum digunakan pada bidang pertanian.

"Jarak temuan barang tersebut sekitar 100 meter dari lokasi bangkai gajah. Sedangkan dari hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim dokter hewan BKSDA Aceh, diperoleh hasil sebagai berikut",jelas nya.

Secara fisik, pada bangkai gajah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti luka tusuk, sayat, peluru, sengatan listrik, bakar ataupun benturan atau trauma tumpul.

Kondisi bangka sudah mengalami autolysis atau pembusukan. Kematian gajah diperkirakan sudah lebih dari 1 minggu (8-10 hari).

Gajah berjenis kelamin betina, diperkiraan umur antara 8 s/d 10 tahun dengan berat badan sekitar 1 ton.

Terdapat perubahan warna pada isi lambung atau makanan dalam saluran cerna yang umum ditemukan dalam kasus keracunan.

Terdapat benda asing berupa serbuk hitam yang terbungkus di dalam plastik bening dan palstik bungkusan atau kemasan deterjen yang dibalut di dalam sebuah peci kupluk.

"Dari hasil nekropsi yang dilakukan secara makroskopis bahwa kematian satwa diduga karena toxicosis atau keracunan,"papar nya.

Guna mengetahui kepastian penyebab kematian gajah, sampel bagian organ dalam gajah dan barang temuan yang ada di sekitar lokasi akan dikirim ke pusat laboratorium forensik untuk dilakukan uji toksicologi.

"BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Timur dan Gakkum Wilayah I Sumatera terkait proses penanganan kematian gajah," imbuh nya.

BKSDA Aceh, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera, dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa.

"Jangan menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa liar yang dilindungi,"tegas Agus.

Disamping itu, beberapa aktivitas tersebut dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya Gajah Sumatera dengan manusia, yang dapat berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa baik bagi manusia ataupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...