Fraksi Demokrat DPRA Dukung Pembiayaan Pembangunan Bank Aceh

ISTIMEWAAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T Ibrahim
A A A

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) fraksi Demokrat Dapil I, T Ibrahim menegaskan dukungannya terhadap manajemen Bank Aceh Syariah.

Dukungan tersebut dinilainya sangat penting agar pimpinan hingga staf Bank Aceh dapat meningkatkan pelayanan dan pembiayaan kredit bagi usaha produktif kepada masyarakat dengan sedikit demi sedikit dapat mengurangi pembiayaan kredit konsumtif.

Menurut anggota DPRA dari fraksi Demokrat ini, pihaknya mendorong Bank Aceh Syariah dapat menambah energy dan mengambil langkah konktrit agar dapat keluar dari berbagai isu-isu yang tak sedap ke zona nyaman sehingga Bank Aceh bisa berkontribusi untuk peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ekonomi rakyat.

"Kalau Bank Aceh hanya sibuk mengkanter isu tentu akan menghabiskan energy. Jika demikian pelayanan pun akan terganggu.
Karena itu Bank Aceh harus lebih fokus mendorong iklim investasi dan dunia usaha agar lebih terjamin dan aman," ungkap T Ibrahim menyarankan.

Terkait dengan kredit Bank Aceh yang disalur kepada salah seorang pengusaha sukses Makmur Budiman yang menjadi isu dalam beberapa pekan terakhir ternyata tidak semuamya benar.

"Buktinya kendati masyarakat disuguhkan beragam informasi terkait kuncuran kredit kepada pengusaha putra Aceh Besar itu ternyata tidak seperti yang isu yaitu sebesar Rp 108 miliar," kata Ibrahim.

Dalam pemberitaan sejumlah media, disebutkan PT Bank Aceh Syariah menyalurkan kredit kepada Makmur Budiman, putra Aceh Besar itu untuk pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh Timur.

Makmur Budiman adalah sosok putra asli Aceh Besar yang saat ini memiliki lini bisnis di sejumlah sektor. Seperti properti, jasa konstruksi, dan juga pabrik kelapa sawit. Namun yang menjadi pertanyaan, benarkah kredit yang disalurkan tersebut prosesnya menyalahi aturan?.

Untuk itu, acehimage.com Senin, 23 Maret 2020 petang Bank Aceh Syariah melalui Direktur Dana dan Jasa PT Bang Aceh Syariah didampingi Humasnya, Riza, menjelaskan banyak hal tentang kebenaran kredit yang diberikan pihak bank Aceh, kepada pengusaha ternama tersebut.

Salah satunya menjelaskan ketidak benaran berbagai versi yang bekembang tentang besaran pembiayaan modal bagi Makmur Budiman.

"Yang pasti bukan sebesar jumlah yang diekspos," katanya.

Sejak syariah tidak ada lagi istilah kredit

Direktur Dana dan Jasa PT Bang Aceh Syariah didampingi Humasnya, Riza, menerangkan, pihaknya ingin meluruskan beberapa hal, yakni soal istilah kredit. Amal menceritakan, sejak Bank Aceh konversi menjadi syariah tidak ada lagi istilah kredit dalam konsep syariah, namun saat ini konsepnya adalah pembiayaan.

“Jadi, saat ini istilahnya pembiayaan, bukan lagi kredit,” terangnya.

Menurut Amal Hasan, dalam konsep pembiayaan, pihak Bank Aceh Syariah hanya memberikan modal kerja untuk kegiatan produktif kepada nasabah.

Karena itu kami perlu luruskan, soal plafon, atau jumlah pembiayaan yang disalurkan kepada perusahaan PT Bumi Samaganda, nilainya Rp 83 miliar.

“Jadi bukan Rp108 miliar, seperti yang beredar selama ini. Dan lagi setiap pembiayaan kita asuransikan,” kata Amal.

Yang pasti katanya, proses pembiayaan tersebut, telah melalui tahapan dan prosedur legal, dan tidak ada unsur yang dilanggar, baik dari analisis jaminan pembiayaan, jumlah yang disalurkan, dan juga kelayakan bisnis PT Bumi Samaganda.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...