Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Hampir Satu Tahun DPRA

Forum Aktivis Dayah Aceh: Legislatif Tong Kosong Nyaring Bunyinya

ISTIMEWASekjen Forum Aktivis Dayah Aceh Tgk Syeh Ibnu Hajar Al Usmany
A A A

BANDA ACEH - Sejak dilantik pada 30 September 2019 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dinilai seperti lembaga 'tong kosong nyaring bunyinya', hal itu disampaikan oleh Sekjen Forum Aktivis Dayah Aceh Tgk Syeh Ibnu Hajar Al Usmany melalui siaran pers pada Senin (21/09/2020) di Banda Aceh.

Menurutnya, hampir satu tahun DPRA sampai saat ini tidak ada satupun kinerja yang dibuktikan kepada rakyat Aceh, bahkan beberapa Alat Kelengkapan Dewan sendiri belum terbentuk secara lengkap.

BACA JUGA:Wali Nanggroe Bukan Neuduek Malek Mahmud

"Sudah satu tahun sejak dilantik, sampai saat ini Badan Kehormatan Dewan saja belum ada di DPRA apalagi bicara kinerja yang menyangkut regulasi," tegasnya.

Tgk Ibnu Hajar juga menambahkan, dari sisi legal drafting yang menjadi bagian dari tupoksi DPRA sendiri juga tidak membuktikan apa-apa. Pasalnya, dari beberapa rancangan qanun prioritas yang seharusnya diselesaikan sampai saat ini masih molor.

"Rancangan Qanun prioritas yang sudah masuk dalam Prolegda saja belum dibahas seperti Rancangan Qanun Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji sampai saat ini belum terwujud," ungkap Analis salah satu lembaga Konsultan Politik ini.

BACA JUGA:Aktivis Kebudayaan Minta Wali Nanggroe Tegur DPRA

Terkait polemik dan ketidak harmonisan hubungan Legislatif dan Eksekutif, Forum Aktivis Dayah Aceh ini juga mengharapkan agar masing-masing instrumen fokus pada kerja yang bermanfaat kepada rakyat Aceh serta tidak saling membangun argumen politis.

"Harapan kita, legislatif fokus pada kerja yang lebih bermanfaat dan tidak terkesan tong kosong nyaring bunyinya, begitu juga Eksekutif agar menyelesaikan kerja yang menjadi prioritas ditengan pandemi ini. Jangan saling menyalahkan, biarkan saja pemerintah bekerja dulu demi mewujudkan pembangunan dan kedamaiam bagi Rakyat," tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...