Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Facebook Mulai Coba Sembunyikan Tombol Like

REUTERSIlustrasi Facebook
A A A

JAKARTA - Rencana Facebook untuk menguji coba fitur menyembunyikan like di postingan pengguna akhirnya sudah dimulai. Nantinya pengguna tidak akan lagi melihat jumlah like, reaksi dan tayangan video pada sebuah postingan di Facebook.

Jumlah tersebut hanya dapat dilihat oleh si pemilik postingan tersebut. Tujuan pengujian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pengguna Facebook.

Dilansir detiKINET dari The Guardian, Australia menjadi negara pertama yang mendapatkan uji fitur ini, setelah sebelumnya pada bulan Juli Instagram juga melakukan pengujian yang sama di Negeri Kanguru ini.

Dikatakan oleh Direktur Kebijakan Facebook Australia Mia Garlick pengujian ini dilakukan berdasarkan sebuah penelitian kesejahteraan dan umpan balik dari para pakar kesehatan mental bahwa sebuah jumlah Like dapat menyebabkan kesenjangan sosial.

"Kami mendapat umpan balik yang sangat positif dari banyak kelompok anti-intimidasi dan organisasi kesehatan mental yang bekerja dengan kami," kata Garlick.

"Ini benar-benar hanya mengeluarkan angka itu dari persamaan, sehingga orang dapat fokus pada kualitas interaksi mereka dan kualitas konten daripada pada jumlah suka atau reaksi." lanjutnya.

Selain Australia, negara-negara lain yang akan mendapatkan pengujian fitur ini diantaranya Australia, Kanada, Brasil, Selandia Baru, Jepang, Italia, dan Irlandia.

Seperti halnya di Instagram yang dimiliki oleh Facebook, tidak diketahui kapan pengujian ini akan berakhir atau akan dirilis secara permanen.

"Kami telah mendapat umpan balik positif awal dari publik tentang pengalaman di Instagram, tetapi kami masih terus belajar dan mendengarkan umpan balik pada tahap ini," katanya.

Menjadi tempat pelatihan dunia, Garlick mengatakan Australia memiliki pengguna Facebook dan Instagram yang sangat paham teknologi.

"Kami pikir ini adalah negara yang hebat di mana kami bisa mendapatkan umpan balik yang sangat baik tentang apakah ini adalah pengalaman berharga bagi orang-orang di layanan kami atau tidak." tutupnya.

facebook hide like Foto: techcrunch

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...