Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Facebook Akan Hapus Misinformasi Tentang Vaksin COVID-19

ReutersFacebook
A A A

JAKARTA - Facebook akan menghapus misinformasi dan klaim palsu seputar vaksin COVID-19. Kebijakan baru ini diterapkan setelah pemerintah Inggris menyetujui vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech.

Sebelumnya, Facebook hanya menghapus konten menyesatkan tentang virus Corona jika menyebabkan ancaman fisik. Dengan kebijakan baru ini, Facebook dan Instagram akan menghapus konten yang membuat klaim palsu tentang vaksin COVID-19 yang telah dibantah oleh ahli kesehatan publik.

"Ini adalah cara lain kami menetapkan kebijakan untuk menghapus misinformasi tentang virus yang bisa berujung pada ancaman fisik," kata juru bicara Facebook seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Sabtu (5/12/2020).

Konten yang berpotensi dihapus oleh Facebook adalah konten yang membuat klaim palsu tentang keamanan, keampuhan, bahan atau efek samping vaksin.

Termasuk di dalamnya adalah teori konspirasi seperti klaim yang mengatakan bahwa vaksin virus Corona berisi mikrochip atau ide yang mengatakan populasi tertentu digunakan untuk menguji keamanan vaksin.

Facebook mengatakan penerapan kebijakan ini tidak akan dilakukan secara instan mengingat fakta seputar COVID-19 terus berubah.

"Karena ini masih awal, dan fakta tentang vaksin COVID-19 akan terus berubah, kami akan secara reguler memperbarui klaim yang kami hapus berdasarkan panduan dari otoritas kesehatan publik saat mereka mempelajari lebih lanjut," kata Facebook.

Beberapa tahun belakangan, Facebook memang lebih ketat menyaring konten dan iklan yang menyebarkan misinformasi seputar vaksin. Pada tahun 2019, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini melarang iklan yang berisi misinformasi tentang vaksin untuk mencegah penyebaran hoax vaksin.

Saat pandemi COVID-19 merebak, Facebook semakin tegas melawan kelompok anti-vaksin. Bulan lalu, Facebook melarang semua iklan yang membuat orang enggan untuk mendapatkan vaksinasi.

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...