Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Evaluasi Kasus Kematian Ibu dan Bayi Dinkes Gelar Pertemuan Dengan Nakes

IstKadis Kesehatan Bener Meriah memberikan arahan kepada para peserta pertemuan
A A A

BENER MERIAH – Dalam rangka evaluasi terkait dengan kasus kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Bener Meriah menggelar pertemuan dengan seluruh tenaga kesehatan baik yang dari Puskesmas maupun yang dari RSUD Munyang Kute Bener Meriah.

Pertemuan tersebut berlangsung di Café Rembele, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten setempat. Kamis, 9 Desember 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, Abdul Muis dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada seluruh tenaga kesehatan, baik yang berasal dari Puskesmas, maupun yang bertugas di RSUD Munyang Kute.

Menurut Muis, angka kematian ibu dan bayi menjadi salah satu indikator yang menentukan derajat kesehatan suatu wilayah atau negara. “Perawatan yang baik terutama bagi ibi-ibu selama dalam masa kehamilan merupakan hal penting bagi kesehatan ibu itu sendiri dan juga perkembangan janin dalam kandungan,”kata Muis.

“Oleh karena itu peran tenaga kesehatan terutama yang di Puskesmas sebagai garda terdepan harus memberikan pelayanan prima,”tambah Muis.

Ia menyebutkan, pemeriksaan kehamilan yang baik dan teratur akan meminimalisir tingkat kematian ibu dan bayi. Sebaliknya, perawatan kehamilan yang tidak baik bisa saja menyebabkan titik kritis pada ibu dan bayi. Ungkap Muis.

Selama ini, untuk mencapai tujuan yang mulia tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah baik tingkat pusat maupun didaerah. Dengan upaya tersebut, diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan bahkan kematian pada ibu dan bayi.

“Melalui pertemuan  ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada kesehatan Ibu dan anak di dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam laporanya ketua Panitia penyelenggara pertemuan, Khairuddin mengatakan, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menelusuri penyebab kasus kematian ibu dan bayi yang terjadi di wilayah kerja Dinkes Bener Meriah sepanjang tahun 2021. Sebut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Bener Meriah itu.

Ia menerangkan, pertemuan tersebut dilangsungkan selama satu hari yang diikuti sebanyak 28 peserta yang terdiri dari 26 orang perwakilan Puskesmas dan 2 orang dari petugas RSUD Munyang Kute. Terangnya []

Komentar

Loading...