Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Esports Tidak Dipertandingkan di PON Aceh-Sumut 2024

IKHSANWakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Faisal Saifuddin
A A A

BANDA ACEH - Meski Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) secara resmi mengakui esports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia.

Namun cabang olahraga tersebut belum dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut yang berlangsung pada 2024 nanti.

Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Faisal Saifuddin yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan Esports memang sudah ditetapkan sebagai anggota KONI Aceh. Penetapan itu setelah diterima sebagai anggota oleh KONI pusat.

"Esports diterima sebagai anggota KONI Aceh, bukan untuk diperlombakan. Hingga saat ini cabor itu belum dimasukkan dalam perlombaan PON Aceh-Sumut,"kata Faisal, Kamis (17/12/2020).

Menurut Faisal, Aceh hanya 31 cabang olahraga yang menjadi tuan rumah, sementara 31 cabang olahraga lainnya akan diselenggarakan di Sumatera Utara (Sumut).

Pun demikian, Wakil Ketua KONI Aceh bidang organisasi ini menyatakan jika pihak KONI pusat nantinya memasukkan Esports untuk dipertandingkan, pihaknya meminta untuk tidak diselenggarakan di Aceh. Bahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi dengan MPU serta Pengprov ESI.

"Hingga saat ini belum ada, meski KONI pusat nantinya meminta untuk tetap dipertandingkan, kita meminta untuk dilaksakan di Sumut, bukan di Aceh. Bak tanyo mandum hana melanggar syariat,"katanya.

KONI Aceh Abaikan Fatwa Ulama

Sebelumnya, Jubir Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh, Teuku Farhan dalam keterangan tertulis yang diterima acehimage.com, mengatakan KONI Aceh kemarin menetapkan E-Sport sebagai cabang olahraga baru dalam PON 2024 mendatang.

Menurutnya sangat bertentangan dengan fatwa MPU Aceh No.3 2019 tentang "Hukum bermain game PUBG dan sejenisnya adalah Haram".

"Diantara game yang sering dipertandingkan dalam ajang E-Sports adalah PUBG (Player Unknown's Battle Grounds), Fortnite, League of Legends, Counter Strike dan sejenisnya,"kata Farhan.

Oleh sebab itu, Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh meminta KONI Aceh mencabut "E-Sports" sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2024.

"KONI Aceh terang-terangan membangkang dan abaikan fatwa ulama. E-Sport bukan olahraga dan tidak layak dijadikan cabang olahraga. Game Komputer tetaplah game komputer, tidak bisa disebut olahraga,"tegasnya.

Kata farhan, jika ini dibiarkan akan menjadi pintu masuk dan legitimasi game menjadi olahraga sehingga akan merusak tatanan sosial dan kearifan lokal di Aceh. Di Aceh masih banyak atlet dan olahraga murni yang perlu mendapat dukungan maksimal agar memperoleh prestasi.

Jangan sampai menjadi masalah baru dengan masuknya cabang olahraga "E-Sports" yang tidak layak disebut olahraga. Masih banyak olahraga lain yang perlu dibina dan jadi perhatian. Apalagi terbukti olahraga lain belum memiliki prestasi.

Selain itu, Jubir AMPF ini menegaskan akan ada kesenjangan perhatian dari atlit lainnya dan berpotensi menghasilkan generasi lemah, tubuh tidak aktif bergerak. Bebagai penelitian juga menyebut E-Sports tidak layak disebut olahraga.

"Kami meminta KONI Aceh mencabut E-Sport dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2024." kata Teuku Farhan.

Esports Resmi Diakui sebagai Cabor

Mengutip laman Kontan.co.id, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) secara resmi mengakui esports sebagai sebuah cabang olahraga prestasi di Indonesia.

Pengakuan ini menandakan bahwa esports dapat ikut dipertandingkan pada kompetisi-kompetisi resmi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 2020 yang berlangsung secara virtual pada 25-27 Agustus 2020.

Dalam acara ini juga, secara resmi pemerintah Indonesia menyetujui PB Esports Indonesia sebagai satu-satunya badan resmi pemerintahan yang menaungi esports sebagai sebuah olahraga prestasi di Indonesia di bawah KONI.

Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Bambang Sunarwibowo menyampaikan bahwa esports layak menjadi sebuah cabang olahraga karena menggunakan tenaga manusia berupa kecepatan, ketangkasan, dan strategi seperti pada olahraga umumnya.

"Alasan lainnya adalah karena esports sudah banyak dipertandingkan baik dalam event nasional atau pun internasional, termasuk di Asian Games 2018 dan Sea Games 2019," kata Bambang Jumat (28/8) lalu.

Rubrik:SPORT

Komentar

Loading...