Seorang warga Cot Gapu Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang berdomisili di Lampriet, Kuta Alam Banda Aceh meninggal dunia saat sedang menikmati makan siang di salah satu warung nasi yang berada di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (25/5/2020).

Enam Unit Ruko di Samar Kilang Ludes Terbakar

SAMSUDINKebakaran di Samar Kilang
A A A

BENER MERIAH - Sebanyak enam unit ruko berkuntruksi kayu dan semi permanen di Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah habis dilalap sijago merah.

Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 13:45 WIB, Senin (4/5/2020). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Salah seorang warga Samar Kilang Bustanil Aripin saat dihubungi media ini menyampaikan, saat kejadian kebakaran pemilik ruko tidak mengetahui bahwasanya tempat tinggal mereka sedang dilalap sijago merah.

Tiba-tiba api sudah membesar di lantai dua ruko tersebut, sedangakan semua penghuninya saat kejadian itu berada dibawah dan tidak mengetahui ada api diatas ruko mereka.

"Setelah mendengar terikan warga baru semua pemilik tersadar dan berhamburan keluar,"begitu kata Bustanil.

Dugaan sementara kebakaran itu terjadi akibat dari konslet arus pendek listrik, karena api pertama terlihat oleh warga diatas atap ruko tersebut.

“Api pertama kali terlihat di lantai dua persis ditengah-tengah diantara enam ruko yang hangus terbakar itu,” ungkap Bustanil.

Disebutkanya, saat peristiwa itu masyarakat langsung berbondong-bodong membantu memadamkan api yang sudah mulai membesar dan menjalar ke ruko disebelahnya.

“Kami memadamkan api secara manual, namun api semakin membesar warga juga takut untuk mendekat, kami tetap berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya,” beber Bustanil.

Menurutnya, ke enam ruko yang hangus terbakar itu, semuanya rata dengan tanah hanya ada satu pintu ruko yang masih tersisa.

“Ruko yang terbakar sebanyak enam unit, lima rata dengan tanah, satu masih tersisa dan korban semuanya satu keluarga,” pungkasnya.

Lanjutnya, yang terbakar diantaranya, ruko kelontong, pecah belah, bengkel dan ruko lainya. Api dapat dipadamkan sekira pukul 15.00 Wib oleh warga secara bergotong royong dengan menggunakan ember dan peralatan lainnya.

“Banyak barang-barang korban seperti BPKB sepeda motor, BPKB mobil dan barang berharga lainnya tidak bisa diselamatkan karena api cepat sekali membesar,” sebut Bustanil.

Kata Bustanil, masyarakat berusaha memadamkan api secara manual karena mobil pemadam kebakaran di Kecamatan Syiah Utama tidak ada yang standby, maka kalaupun didatangkan dari Pondok Baru itu butuh waktu selama tiga jam perjalanan.

“Terpaksa masyarakat bergotong royong mengambil air dari pipa di jalan untuk ditampung ke ember dan kemudian baru disiram ke ruko yang terbakar,” ungkapnya.

Menurut pengakuannya, dia sudah beberapa kali memohon untuk disediakan mobil pemadam kebakaran yang standby di Kecamatan Syiah Utama, namun hingga kini belum ada respon dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...