Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Tahun 2021

Enam Siswa Aceh Lulus Perguruan Tinggi Luar Negeri

FOR ACEHIMAGE.COMKabid Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK), Drs Amiruddin
A A A

BANDA ACEH - Tahun ini, sebanyak enam siswa Aceh lulus ke perguruan tinggi di luar negeri. Selain itu, 4.345 lulusan SMA/SMK dari 23 kabupaten/kota di Aceh diterima pada sejumlah kampus--termasuk 10 perguruan tinggi negeri ternama-di Indonesia melalui jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021. Informasi itu disampaikan Kadis Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, melalui Kabid Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK), Drs Amiruddin, kepada Serambi, Minggu (28/3/2021).

Keenam siswa yang lulus ke luar negeri itu adalah Muhammad Fathur Rizki dan Maurel Cintarajasa (SMAN 3 Banda Aceh) masing-masing diterima pada Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Pesawat Terbang University Twth Aschen dan Prodi Managemen University Fub. Kedua universitas tersebut berada di Jerman.

Lalu, Fauzan Fahreza (SMAN 3 Putra Bangsa, Aceh Utara) dan Muhammad Safrizal (SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara), keduanya lulus pada Prodi International Relation Vistula University of Polandia, serta Rizka Amelia (SMAN 1 Tanah Jambo Aye) diterima pada Prodi Management Vistula University of Polandia.

Sedangkan satu siswa lain yaitu Novi Ramadani (SMAN 1 Lhokseumawe) yang diterima pada Prodi Eart System & Environmental Science University of South Korea, Korea Selatan. “Jumlah siswa kita yang lulus ke luar negeri kemungkinan bisa bertambah lagi. Sebab, masih ada perguruan tinggi di negara lain seperti Turki, belum mengumumkan hasil seleksinya,” ungkap Amiruddin.

Adanya siswa Aceh yang lulus ke luar negeri, kata Amiruddin, tak lepas dari kreativitas para kepala sekolah dan guru untuk mendaftarkan siswanya masing-masing mengikuti seleksi secara online pada perguruan tinggi di berbagai negara. “Kita berharap, ke depan makin banyak lulusan SMA dan SMK di Aceh yang lulus ke universitas di luar negeri,” harapnya.

Adapun siswa dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang lulus melalui jalur undangan (SNMPTN) tahun ini pada sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, sebut Amiruddin, antara lain di Universitas Syiah Kuala sebanyak 1.408 orang, UIN Ar-Raniry 240 orang, Universitas Malikussaleh 1.134 orang, Universitas Sumatera Utara (USU) 52 orang, Universitas Negeri Medan (Unimed) 31 orang, UIN Sumatera Utara 4 orang, Universitas Negeri Andalas 22 orang, dan Universitas Negeri Padang 21 orang.

Selanjutnya, Universitas Sriwijaya 4 orang, Universitas Brawijaya 10 orang, Universitas Indonesia (UI) 4 orang, Institut Teknologi Bandung (ITB) 7 orang, Universitas Gajah Madja (UGM) 3 orang, Universitas Negeri Yogyakarta 3 orang, Universitas Negeri Surabaya 1 orang, Institut Pertanian Bogor (IPB) 7 orang, Institut Teknologi Sumatera (Itera) 3 orang, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya 1 orang, Universitas Islam Negeri Jakarta 2 orang, dan Universitas Diponegoro 3 orang.

“Alhamdulillah, kita bersyukur tahun ini banyak siswa Aceh yang lulus ke berbagai PTN di Indonesia melalui jalur undangan dan ke luar negeri. Kita juga merasa gembira karena siswa-siswa yang lulus itu tidak hanya berasal dari beberapa kabupaten/kota saja. Tapi, hampir merata di seluruh Aceh,” jelas Amiruddin didampingi Penasehat Khusus (Pensus) Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Jamaluddin Thaib MA.

Amiruddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua siswa, cabang dinas (cabdin), dan stakeholder terkait lain di 23 kabupaten/kota yang sudah bekerja sama dengan baik untuk memajukan pendidikan di Aceh. “Hasil itu juga menunjukkan bahwa anak-anak Aceh memang pandai dan the best. Tergantung bagaimana cara kita membina, membimbing, serta memoles bakat dan kemampuan yang mereka miliki,” ujar Amiruddin.

Untuk siswa yang belum lulus SNMPTN, Amiruddin meminta mereka tidak berkecil hati. Sebab, sebutnya, masih ada jalur lain untuk bisa melanjutkan pendididikan ke universitas yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri. “Kami berharap anak-anak dapat mempersiapkan diri dengan baik. Caranya antara lain dengan mengikuti try out, bimbingan belajar, dan kegiatan sejenisnya. Kalau mau belajar sungguh-sungguh, Insya Allah anak-anak kami akan berhasil,” ucap Amiruddin penuh keyakinan seraya menyebutkan bahwa pendaftaran SBMPTN masih dibuka hingga 1 April mendatang.

Kepada pihak sekolah, Amiruddin berharap dapat terus melakukan berbagai gebrakan dan inovasi dalam proses belajar mengajar. Sehingga, mutu pendidikan secara umum dan kualitas lulusan secara khusus akan terus membaik. Salah satu kegiatan yang sangat mungkin dilakukan oleh sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan, sebutnya, adalah mengaktifkan kembali musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

Amiruddin menambahkan, pihaknya juga akan terus turun ke daerah-daerah secara rutin. Tujuannya, untuk melakukan safari pendidikan serta menyamakan persepsi dengan cabdin, kepala sekolah, pengawas, orang tua siswa, dan stakeholder lainnya. Dengan kegiatan-kegiatan itu, ia berharap semua pihak akan bersatu padu dalam memajukan pendidikan Aceh.

Langkah ini, menurutnya, secara tidak langsung juga ikut mendukung Program ‘Aceh Carong’ yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur, Ir Nova Iriansyah MT. “Tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat, tak mungkin upaya memajukan pendidikan di Aceh akan berhasil dengan baik,” demikian Amiruddin.

Sementara itu, Pensus Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Jamaluddin Thaib MA, mengungkapkan, memajukan pendidikan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui dinas terkat. Tapi, sebutnya, semua pihak--mulai dari masyarakat, orang tua siswa, hingga stakeholder terkait lainnya--harus bahu membahu dan bergandengan tangan guna memperkuat pondasi dan meningkatkan kualitas pendidikan Aceh di masa mendatang.

“Ketika ada sedikit masalah di sekolah, kita jangan langsung menyalahkan guru atau kepala sekolah. Orang tua juga harus instropeksi diri, apakah sudah memberi dukungan dan mengawasi pendidikan anak kita atau belum. Sikap saling menghormati layaknya seorang guru ngaji dengan santrinya harus ditumbuhkan kembali di antara semua pihak terkait, sehingga dunia pendidikan Aceh akan semakin baik,” pungkas Jamaluddin M Thaib yang juga Ketua STAI Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh.

 

Rubrik:ACEH HEBAT

Komentar

Loading...