Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Diduga Rusak Kantor Reje Kampung

Enam Pemuda Di Bener Meriah Ditetapkan Tersangka

SamsuddinEnam tersangka diduga perusak kantor reje kampung
A A A

BENER MERIAH – Satuan reserse dan kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah, menahan enam tersangka yang diduga telah melakukan pengrusakan fasilitas negara (Kantor Reje) Kampung Pakat Jeroh, Kecamatan Bandar,Kabupaten Bener Meriah. Kamis, 11 November 2021.

Keenam tersangka tersebut masing-masing, MD (28 ), SM (25),MA (28), A(23), BI(26),dan KA 23.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Surya Prabowo SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Bustani kepada acehimage.com menyampaikan, guna untuk mempermudah dan memperlancar proses penyidikan.

“Delapan November 2021 lalu kita telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga telah melakukan pengrusakan kantor Reje Kampung Pakat Jeroh, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. dan untuk  memperlancar proses penyidikan hari ini mereka telah kita tahan,” kata Iptu Bustani.

Ia menambahkan, alasan penahanan terhadap terduga pelaku pengrusakan Kantor Reje Kampung tersebut agar para tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan sebagai efek jera agar tidak mengulangi tindak pidana. Sebut Bustani.

Keenam tersangka tersebut akan dipersangkakan dengan  pasal 70 dengan ancaman 5,6 tahun penjara.

Menurut Bustani, peristiwa pengrusakan kantor Reje Kampung Pakat Jeroh, terjadi pada 31 Agustus 2021 lalu, dan pihak kepolisian menerima laporan secara resmi Bulan September 2021.

Menindak lanjuti laporan tersebut, kita melakukan rangkaian penyidikan sebagai tahapan-tahapan untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana atau tidak.

Kepada wartawan, Bustani menuturkan, muara dari kasus pengrusakan Kantor Reje Kampung itu lantaran permintaan lapangan voli yang diminta pemuda tidak diakomodir oleh Reje Kampung. Akibatnya para pemuda tersebut tidak puas sehingga beranggapan Reje Kampung tidak transparan dalam mengelola dana desa.

“Diduga efek dari permintaan lapangan voli yang tidak dipenuhi reje Kampung, para tersangka itu melakukan pengrusakan kantor reje kampung dan menilai reje kampung tidak transparan mengelola dana desa,” papar Bustani.

Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, sambung Bustani, MD berperan sebagai pelaku utama yang merencanakan pengrusakan dengan menggunakan batu, memasang plang kayu pada pintu kantor reje kampung.

Sedangkan tersangka SM pemilik martil, paku, kayu plang dan turut serta memalang pintu, tersangka MA, A, BI dan KA secara bersama-sama berperan memecahkan kaca. Bahkan tersangka BI berperan memasang kartun bertuliskan “Pak Reje segera turun dari jabatanya,” beber Bustani.

Dikatakannya lagi, tidak menutup kemungkinan  akan ada tersangka lain, sebab pihaknya akan menggunakan teori kausalitas (Tentang sebab akibat) artinya mengapa mereka melakukan pengrusakan secara bersama-sama tentunya kita harus menilik dan melakukan penyelidikan juga apakah akibat adanya penyalahgunaan anggaran dana desa atau adanya kebocoran-kebocoran dana desa.

“Itu menjadi pintu masuk bagi penyidik melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di desa tersebut, dan itu menjadi tabir yang harus kita buka secara terang benderang,” tandas Bustani.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...