Konselor Adiksi Yayasan Rumoh Geutanyoe Aceh, Firdaus, narasumber peHTem edisi Senin 26 Juli 2021 episode 59 dengan tema: Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Enam Aroma dan Suara yang Harus Dijauhkan dari Kucing

Ilustrasi- Kucing
A A A

JAKARTA - Kucing memiliki indra penciuman dan pendengaran yang tajam. Kedua hal itu merupakan modal mereka untuk bertahan hidup.

Akan tetapi, ketajaman kedua Indra tersebut membuat kucing lebih peka terhadap aroma dan suara.

Oleh sebab itu, ada beberapa aroma dan suara yang mungkin disukai manusia namun dibenci oleh hewan berbulu itu.

Bahkan para pakar hewan sepakat, ada beberapa aroma dan suara yang bisa membuat kucing stres.

Dilansir dari PetMD melalui KOMPAS.com, berikut ini aroma dan suara yang bisa membuat kucing stres.

1. Anjing atau hewan pemangsa

Pemilik Elite Cat Care di Los Angeles, Amerika Serikat, Elyse Kent mengatakan, anjing memiliki aroma dan suara yang bisa membuat kucing stres atau cemas.

Aroma dari anjing atau hewan pemangsa lainnya akan dideteksi melalui organ khusus yang dimiliki kucing.

“Banyak dari bau ini kemungkinan datang dalam bentuk feromon, yang merupakan pembawa pesan kimia yang dideteksi kucing melalui organ khusus yang disebut organ vomeronasal,” kata Lauren Demos, Presiden American Association of Feline Practitioners.

2. Aroma urine kucing lain

Aroma urine kucing lain juga bisa membuat kucing menjadi stres. Meski begitu, aroma urine merupakan salah satu cara kucing saling berkomunikasi satu sama lain.

"Ketika seekor kucing mencium urine kucing lain, seolah-olah privasi mereka telah dilanggar," ujar Elyse.

3. Cairan pembersih dan minyak esensial

Aroma selanjutnya yang bisa membuat kucing stres berasal dari cairan pembersih dan minyak esensial. Ada banyak dampak buruk jika kucing menghirup aroma kimia, seperti bronkitis kronis dan asma.

Kondisi itu disebabkan indra penciumannya yang sangat peka sehingga kucing sangat sensitif dengan aerosol.

Hindari penggunaan pembersih atau pemutih yang tidak disuka kucing, termasuk yang beraroma pinus. Pilih pembersih yang ramah hewan peliharaan dan tidak beraroma, terutama untuk kotak pasir.

Selain itu, singkirkan minyak esensial yang tidak disukai kucing. Selain bisa membuat hewan berbulu itu stres, minyak esensial juga dapat beracun bagi kucing, khususnya minyak esensial jeruk dan lemon.

4. Benda dengan aroma kuat

Semakin dewasa, indra penciuman kucing akan berkembang lebih baik. Sebagai perbandingan, kemampuan penciuman kucing dewasa 14 kali lebih tajam dari penciuman manusia.

Oleh sebab itu, kucing bisa bereaksi terhadap bahan alami yang memiliki aroma menyengat, seperti mint atau jeruk. Hewan dengan perilaku lucu ini juga bisa mendeteksi aroma menyengat yang menempel di benda.

Dengan begitu, para pemelihara kucing dianjurkan untuk tidak menyemprot atau mengelap tempat tidur, mangkuk makanan, dan kotak kotoran kucing menggunakan pembersih beraroma jeruk.

5. Suara frekuensi tinggi

Suara frekuensi tinggi, seperti yang berasal dari ceret teh atau bahkan suara kita juga bisa menyebabkan kucing menjadi stres.

Hal itu disampaikan oleh Jill Sackman, Kepala Layanan Pengobatan Perilaku di Blue Pearl Veterinary Partners di Michigan.

Para ilmuwan mengatakan, kucing dapat mendengar banyak suara, termasuk suara dengan frekuensi tinggi.

Direktur Asosiasi Pusat Kesehatan Kucing di Universitas Cornell di Ithaca, New York, Amerika Serikat, Bruce Kornreich menjelaskan, kucing dapat mendengar banyak suara yang tidak bisa kita dengar seperti suara bola lampu neon, monitor komputer video, dan dimmer pada sakelar lampu.

“Respons terhadap suara terlihat pada usia 10 hari. Jadi, kucing sangat selaras dengan suara yang terjadi di sekitar mereka,” kata Amy Learn, dokter hewan di Veterinary Referral Center di Virginia Utara.

Memiliki pendengaran yang tajam bagi kucing sangat penting untuk bertahan hidup di alam liar.

“Telinga besar berbentuk corong itu bergerak dan memungkinkan mereka mendengar 'suara sekitar' karena hewan yang dimangsa kucing seperti tikus berkomunikasi dalam frekuensi tinggi," ucap Learn.

6. Petir dan kembang api

Demos mengatakan, suara keras yang mengejutkan dan perubahan tekanan udara tiba-tiba dapat membuat kucing waspada bahkan cemas.

"Ketika mendengarnya, mereka akan melawan atau melarikan diri," ucap Demos.

"Reaksi kucing terhadap suara keras dan tiba-tiba adalah respons evolusioner," kata Kornreich.

Kornreich menjelaskan, suara keras dan tiba-tiba bagi kucing sama artinya dengan pengalaman buruk.[]

Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...