Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Empat Ruko Terbakar di Kluet Selatan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

ISTIMEWAKebakaran
A A A

ACEH SELATAN-  Empat unit ruko ludes terbakar di Gampong Kedai Runding Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan, pada Sabtu (9/01/2021) sekitar pukul 4.00 WIB Pagi.

Dari peristiwa itu empat unit ruko bangunan seperti tempat jualan kain, ruko jualan alat bangunan, warung kopi dan rumah warga rara dengan tanah.

Camat Kluet Selatan, Moeriadi SE, menyatakan bahwa total bangunan yang hangus terbakar rata dengan tanah dalam musibah kebakaran pada Sabtu subuh itu berjumlah 5 unit. Yakni selain 4 unit Ruko semi permanen juga ada 1 unit kios di tambah 2 unit Ruko lainnya yang mengalami rusak ringan.

“Kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam musibah ini berjumlah sebanyak 5 KK atau 19 jiwa,” Kata Camat Kluet Selatan, Moeriadi SE.

Di tempat terpisah, Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho SIK SH MH melalui Kapolsek Kluet Selatan Ipda Yunizar menyebutkan, 4 unit ruko semi permanen yang hangus terbakar rata dengan tanah tersebut masing-masing milik Adi Muktar (45), M. Saman (70), Abral (35) dan Husni (60).

Berdasarkan keterangan dari 2 orang saksi masing-masing Wily Saputra (30) dan Saiful (45) keduanya warga Gampong Kedai Runding, di sebutkan bahwa api pertama sekali berawal dari rumah Husni.

“Saat itu, saksi melihat kepulan asap keluar dari rumah Husni yang di duga bersumber dari konsleting (arus pendek) listrik PLN," Kata Ipda Yunizar

Setelah melihat ada kepulan asap tebal dari salah satu Ruko, saksi langsung berteriak membangunkan masyarakat yang sedang terlelap tidur di pagi subuh itu. Dalam hitungan menit, puluhan warga setempat langsung berkumpul di lokasi kejadian memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya.

"Kobaran api dipastikan benar-benar bisa di jinakkan atau padam total, setelah tiba sebanyak 3 unit armada pemadam kebakaran yang di kerahkan dari Pos Damkar Kluet Raya, Bakongan dan Tapaktuan yang baru tiba di lokasi sekitar 30 menit pasca kejadian kebakaran. Api benar-benar dipastikan telah padam total sekitar pukul 04.00 Wib pagi,"tutupnya

Bupati Aceh Selatan Tgk Amran bersama beberapa pejabat terkait lainnya pada Sabtu pagi ini, langsung turun meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan masa panik dari Pemkab Aceh Selatan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan para korban.

“Bantuan masa panik telah disalurkan oleh Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Sosial dan BPBD, sambil kita menunggu upaya bantuan lainnya yang segera akan di salurkan kepada para korban,” kata Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma.

Namun akibat musibah ini korban mengalami kerugian materil di taksir mencapai Rp. 900 juta lebih. Keterangan di himpun, penyebab kebakaran diduga akibat konsleting (arus pendek) listrik PLN.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...