Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sakit

Eks Petinggi GAM Absen dari Panggilan Polisi

For acehimage.comKabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, SH, SIK, MSi
A A A

ACEHIMAGE.COM — Ketua Muallimin Aceh Zulkarnaini Hamzah alias Teungku Ni tidak menghadiri pemanggilan polisi untuk dimintai dalam penyelidikan dugaan makar terkait pengibaran bendera Bulan Bintang. Peristiwa itu terjadi saat milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe.
"Teungku Ni tidak hadir dalam jadwal pemeriksaan klarifikasi kemarin dikarenakan sakit," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi, Rabu (22/12/2021).

Mantan Panglima GAM Wilayah Pase itu harusnya dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Aceh, Selasa (21/12). Winardy mengatakan Polda Aceh bakal menjadwalkan ulang pemanggilan Teungku Ni.

"Polda Aceh akan melakukan reschedule ulang klarifikasi tersebut agar mendapatkan keterangan yang bersangkutan terkait motif dan niat serta tujuan peristiwa 4 Desember yang lalu di Lhoksemawe," ujar Winardy.

Winardy menyebut, sejauh ini penyidik baru memanggil Teungku Ni terkait pengibaran bendera tersebut. "Beliau saja saat ini, perkembangan nanti kita sampaikan," ujar Winardy

Untuk diketahui, Polda Aceh saat ini sedang menyelidiki ada tidaknya unsur makar dalam pengibaran bendera bulan bintang. Kasus itu ditangani Ditreskrimum.

"Kita masih penyelidikan, apakah niat dan motif yang bersangkutan sejalan dengan pasal 106 KUHP tentang makar," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (18/12).

Winardy menyebut polisi telah meminta agar bendera bulan bintang tidak dikibarkan dan mencoba menghentikan kegiatan saat itu. Namun, katanya, imbauan itu tidak dituruti massa.

"Ditreskrimum Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan terkait pengibaran bendera bulan bintang yang sama pada pokoknya dengan Bendera GAM dulu di Lhokseumawe pada saat milad 4 Desember yang lalu," jelas Winardy.

Sebelumnya, peringatan Milad GAM di wilayah Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh diawali dengan pengibaran bendera bulan bintang. Bendera berkibar di tiang sekitar 30 menit.

Upacara pengibaran bendera bulan bintang digelar di halaman Masjid Jamik At-Tahrir Kandang, Desa Meunasah Manyang, Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu (4/12). Pasukan pengibaran bendera berbaju putih, celana hitam serta mengenakan selempang garis hitam putih.

Pengibaran bendera diiringi dengan azan. Upacara tersebut dihadiri warga yang memenuhi pekarangan masjid. Masyarakat ikut bersikap hormat ketika bendera dikibarkan.
Usai bendera berada di ujung tiang, salah seorang peserta upacara membacakan amanat dalam bahasa Aceh. Setelah selesai, pasukan pengibaran bendera kemudian menurunkan bendera sambil diiringi azan.

Dalam video beredar, tampak sejumlah polisi berada di luar pekarangan masjid saat upacara berlangsung. Upacara tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan dilanjutkan dengan doa bersama di dalam masjid.

"Momen milad GAM ke-45 ini kita sangat semangat terhadap perjuangan yang belum selesai antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka. Ini yang kami harapkan Pemerintah Indonesia harus betul-betul komitmen terhadap damai Aceh," kata Ketua Panitia Milad GAM M Yasir Umar kepada wartawan.[]

Sumber:detik.com
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...