Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

Wali Kota: 

Ekonomi Banda Aceh Berjalan dengan Lancar

HUMAS PEMKO BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh Aminullah Usman
A A A

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan ekonomi di Banda Aceh berjalan dengan lancar selama masa darurat Covid-19.

Aminullah mengatakan hal tersebut berdasarkan aturan dan kebijakan yang pro terhadap para pelaku usaha selama pandemi berlangsung.

“Sebelum pandemi seperti saat ini, para pelaku usaha disini telah kita edukasikan tentang pentingnya beranjak ke ekonomi kreatif, seperti dengan memanfaatkan medsos sebagai alternatif pemasaran,” kata Aminullah dalam wawancaranya usai melaksanakan TalkShow Interaktif bersama Serambi FM, Rabu 3 Juni 2020, di Pendopo wali kota.

Menurutnya, Banda Aceh sebagai kota yang sebagian besar mengandalkan jasa dan banyaknya pelaku usaha UMKM, ekonomi kreatif adalah solusi yang cukup baik dijalankan. “Para pelaku usaha tetap bisa berjualan tanpa harus bertemu langsung.”

Sebagai upaya lainnya, Aminullah juga mengatakan pemerintah telah memberikan keringanan-keringanan lainnya.

“Seperti di masing-masing daerah dengan memberikan bantuan tunai yang cukup meringankan para pelaku usaha. Kemudian, ada kebijakan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang menginstruksikan perbankan dan bebagai lembaga keuangan lainnya untuk memberikan keringanan cicilan bagi setiap pelaku usaha,” jelasnya.

Aminullah juga mengatakan, Pemko tidak pernah menghambat para pelaku usaha, namun yang diharapkannya adalah para pelaku usaha di Banda Aceh bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

“Selama ini saya tidak pernah membatasi para pelaku usaha, tapi yang saya batasi adalah para pedagang dan masysarakat untuk ikuti protokol kesehatan dari pencegahan Covid-19,” kata Aminullah.

Disamping itu, Aminullah juga mengungkapkan dengan mematuhi protokol kesehatan ini adalah ‘obat mujarab’ dalam memutuskan mata rantai Covid-19.

“Selain pemerintah, kita juga minta masyarakat untuk sadar dalam pentingnya protokol kesehatan ini agar semua aktivitassegera bisa kembali kita jalankan dengan normal,” kata Aminullah.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...