Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Pemkab Aceh Tamiang 

Dukung Gerakan Penggunaan Bahasa Sesuai EBI

AKTUALONLINEKantor Bupati Aceh Tamiang
A A A

ACEH TAMIANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memberi dukungan penuh terhadap gerakan penggunaan bahasa sesuai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang baik dan benar di ruang publik, tidak hanya di perbatasan Aceh-Sumatera Utara tersebut.

"Penggunaan bahasa sesuai ejaan bahasa Indonesia, mestinya sudah diterapkan pada media-media luar ruang di Kabupaten Aceh Tamiang ini," kata Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang Adi Darma di Kualasimpang, Kamis.

Hal ini diungkapkannya ketika membacakan kata sambutan Bupati Aceh Tamiang Mursil dalam kegiatan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang, dan diikuti 30 orang peserta yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha periklanan setempat.

Ia melanjutkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak yang luar biasa bagi penyampaian informasi tentang bagaimana seharusnya berbagai pihak memanfaatkan penggunaan media-media dengan bijak, dan sesuai dengan kaidah serta tata bahasa Indonesia.

Pemkab setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Bahasa Aceh atas terselenggaranya acara penyuluhan tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar yang difasilitasi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Aceh Tamiang ini.

"Penggunaan bahasa yang tertuang dalam iklan, sudah seharusnya dipenuhi kaidahnya sesuai tata bahasa yang berlaku, karena media luar ruang berisi informasi. Jadi ia mesti disampaikan dengan bahasa yang tertata dan menarik, sehingga pesannya tersampaikan pada masyarakat," kata dia.

Kepala Balai Bahasa Aceh diwakili Zainun selaku Koordinator Acara dari Bidang Penelitian sebelumnya melaporkan, fenomena yang berkembang dewasa ini bahwa masyarakat kurang berminat mengembangkan bahasa Indonesia, dan melestarikan bahasa daerah.

"Kita punya andil bersama dalam mengembangkan bahasa Indonesia, dan melestarikan bahasa daerah, dan tentunya bukan bahasa asing. Kita belum punya tekad untuk menjadikan bahasa Indoensia menjadi bahasa internasional. Kenapa kita tidak merasa bangga dengan yang kita miliki," ujarnya.

Ia menjelaskan, justru fenomena ini yang berkembang secara luas di masyarakat Indonesia sendiri. Masyarakat lebih merasa bangga dengan menggunakan bahasa asing.

Dia mengakui bahwa kegiatan tersebut merupakan turunan dari program Pengembangan Bahasa dan Pembukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, supaya pemakaian bahasa Indonesia dapat terus dilestarikan.

"Penyuluhan ini mampu memberikan informasi, pengetahuan kepada orang banyak untuk berbenah dalam melestarikan bahasa daerah, dan lebih mengutamakan bahasa Indonesia di ruang publik," ujar dia.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...