DPRK Bener Meriah Bahas Penanganan Covid-19

SAMSUDINDPRK Bener Meriah mengadaka rapat menyangkut penanganan Covid-19
A A A

BENER MERIAH – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah melakukan rapat perdana membahas pencegahan penyebaran virus corona ( Covid-19 ) di Kabupaten Bener Meriah, Selasa (24/3/2020).

Rapat tersebut berlangsung di ruang offrum DPRK Bener Meriah yang dipimpin Wakil I DPRK Bener Meriah Tgk Husnul Ilmi dan Wakil II Anwar, yang dihadiri anggota DPRK Bener Meriah diantaranya, Andi Sastra, Edy Julkifli, Sofyan, Yuzmuha, Baitul Hakim, Muhammad, Herman Ramli, Salwani, Sapri Gumara, Darussalam dan Wen Kusumandana Mimija.

Selain para anggota DPRK Bener Meriah, rapat tersbut turut dihadiri Kabag Hukum DPRK Bener Meriah Rais Abidin SH, Kasubag Keuangan DPRK Bener Meriah dan beberapa staf lainnya.

Dalam kesempatan itu, para anggota DPRK Bener Meriah mengusulkan beberapa pertimbangan dan masukan kepada pimpinan terkait langkah-langkah yang akan ditempuh lembaga kehormatan itu untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Salah satunya yang seperti disampaikan anggota DPRK Andi Sastra, ia berharap antara pihak eksekutif dan legislatif perlu mengambil langkah-langkah yang konkrit mengantisipasi pencegahan virus corona.

Untuk itu, Andi Sastra mengusulkan agar rapat tersebut efesien alangkah baiknya memangil dinas- dinas terakit dalam penanganan covid 19 ini, seperti menyangkut anggaran maka DPRK harus memangil Dinas Keuangan, menyangkut APD harus pangil Dinas Kesehatan dan Pihak RSUD Munyang Kute.

"Selain itu, dalam penangulangan bencana kita juga perlu menghadirkan BPBD dan Dinas Sosial. Hal itu agar langka dan kebijakan yang akan kita tempuh selaras antara eksekutif dan legislatif,"kata Ketua Partai Hanura Bener Meriah itu.

Sedangkan Yuzmuha menyampaikan, secara resmi lembaga kehormatan ini belum melakukan langkah untuk mengantisipasi Covid 19. Jadi melalui rapat yang dilaksanakan hari ini paling tidak dasar awalnya sudah tergambarkan.

Menurut Yuzmuha, DPRK Bener Meriah sejauh ini agak terlambat turut serta melakukan tindakan secara lembaga pencegahan covid 19, secara lembaga belum pernah melakukan pembahasan penanangan covid 19.

Karenanya, sambung Politisi Partai Aceh (PA) itu, yang menjadi perhatian serius bukan hanya wabah covid 19 namun dampak ekonomi masyarakat juga harus menjadi antisipasi.

"Seperti kemarin kita DPRK telah turun ke gudang Bulog untuk memantau ketersedian beras, lain itu kita juga harus memastikan kebutuhan-kebutuhan lain tersedia di pasar,"ujar Yuzmuha.

Namun apa yang disampaikan Yuzmuha dibantah oleh Wakil II DPRK Bener Meriah Anwar, menurutnya selama ini DPRK bersama forkopimda plus sudah beberapa kali turun kelapangan termasuk keliling ke Cemparam Kecamatan Mesidah, keliling ke Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, mensosialisasikan terkait antisipasi pencegahan Virus corona.

"Memang kita mengakui ada suatu kekurangan Pemerintah daerah, dimana kita mensosialisasikan tapi kita tidak memberikan sesuatu seperti memberikan masker, sabun pencuci tangan mungkin itu yang terlambat kita lakukan, tetapi kalau sosialisasi saya rasa kita sudah memulainya beberapa hari yang lalu. Kita juga telah turun kebeberapa kampung untuk mensosialisasikan, memang secara resmi dari lembaga legislatif ini itu belum kita laksanakan,"tegas Anwar.

Dalam Kesempatan itu Ketua Partai Gerindara Bener Meriah Anwar juga menawarkan solusi pada anggota DPRK, apabila memungkinkan anggota DPRK Bener Meriah turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing untuk mengsosialisasikan pencegahan Covid 19.

Anggota DPRK lainnya Edy Julkifli juga mengharapkan, DPRK Bener Meriah juga harus punya keputusan, jadi dasar keputusan yang telah disepakati, agar nantinya disampaikan ke masyarakkat guna mensosialisasikan. Ketua PNA Bener Meriah itu menambahkan, dalam hal ini DPRK perlu melibatkan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Keuangan agra apa yang dibahas ini tidak mengambang.

Lain halnya Sapri Gumara , dia mengatakan, ketika anggota dewan turun ke masyarakat, banyak hal yang dittipkan masyarakat selaku wakil rakyat. Menyangkut dampak Covid 19 seperti kebutuhan mereka, dimana pemerintah telah melarang beraktifitas diluar rumah.

"Namun solusi apa kita sejauh ini belum kita berikan,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...