Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

DPRK Abdya Desak Polisi Selidiki Pengadaan Pupuk di Tangan-Tangan

ANTARAKetua DPRK Abdya, Nurdianto (tengah) bersama anggotanya Julinardi (kiri) dan Keuchik Gampong Adan, Wahidi (kanan) saat inspeksi mendadak pengadaan pupuk di desa setempat, Jumat (4/10/2019)
A A A

ABDYA - Ketua DPRK Abdya, Nurdianto mendesak pihak kepolisian menyelidiki 42 ton pupuk di Gampong (desa) Adan dan Gampong Pantee Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, karena pupuk yang dibeli melalui sumber dana desa itu memiliki banyak kejanggalan.

"Meskipun banyak kejanggalan pada kemasannya, tapi kami tidak berwenang mengatakan pupuk itu palsu. Kami hanya sebatas melihat untuk menyahuti laporan warga, Jadi, untuk lebih jelasnya kita minta pihak berwenang menyelidikinya,” katanya di Blangpidie, Jumat.

Nurdianto menyampaikan hal itu ketika dirinya bersama empat anggota DPRK Abdya lainnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gampong Adan dan Gampong Pante Geulumpang, karena adanya laporan masyarakat terkait pengadaan pupuk sumber dana desa.

Sumber dana desa di Gampong Adan dan di Gampong Pantee Geulumpang pada anggaran tahun 2019 ini sebagiannya dipergunakan oleh aparatur gampong untuk pengadaan pupuk jenis Phonska guna dibagikan ke masyarakat secara gratis.

Pupuk gratis jenis Phonska yang telah dibagikan ke seluruh masyarakat pada dua gampong itu merupakan pupuk nonsubsidi berjumlah 42 ton dibeli oleh Keuchik Gampong pada UD Cahaya Amar di Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan dengan harga Rp200 ribu/sak (isi 50 kilogram).

"Pada karungnya ditulis pupuk NPK.P.Phoska diproduksi oleh CV Cahaya Tani. Sedangkan pupuk yang biasa kita lihat itu NPK Phonska diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (persero). Bukan CV Cahaya Tani, kemudian namanya juga bukan P.Phoska,” tuturnya.

Oleh karena itulah, wakil rakyat tersebut meminta pihak berwenang untuk menyelidiki legalitas pupuk tersebut dan dibawa ke laboratorium, supaya kedepan, proses pembelian pupuk jenis itu tidak timbul keraguan lagi di tengah-tengah masyarakat petani selaku penerima mamfaat.

"Kalau di Medan, Sumatera Utara, pupuk NPK.P.Phoska itu dijual dengan harga Rp105 ribu/sak, kenapa pula di Kabupaten Abdya sudah dijual dengan harga Rp200 ribu,” kata anggota DPRK Abdya lainnya, Jul Ilfan seraya bertanya-tanya kepada Kepala Desa.

Di lokasi yang sama, Keuchik Gampong Adan, Wahidi saat ditanya anggota dewan Abdya mengatakan, pupuk NPK P.Phoska tersebut dibeli menggunakan dana desa sebanyak 470 karung isi 50 kilogram pada UD Cahaya Amar di Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan.

"Semua pupuk ini kami beli pada Muhammad (pemilik UD Cahaya Amar). Harganya Rp200 ribu/sak belum termasuk pajak. Saya membeli pupuk ini karena dia bilang pupuk ini bagus, makanya saya beli terus untuk saya bagikan kepada masyarakat saya,” ungkap Wahidi.

Menurut Wahidi, pupuk NPK P.Phoska hasil pengadaan sumber dana sebanyak sekitar 23 ton yang dibeli dengan harga Rp200 ribu/karung tersebut telah habis dibagikan pada masyarakatnya. Dimana setiap kepala keluarga di Gampong Adan diberikan satu karung pupuk tersebut.

"Proses pembagian pupuk ini kami lakukan sejak dua hari lalu. Sekarang hanya tinggal ini (sekitar 15 sak lagi). Kalau yang lainnya sudah kami bagikan semua kepada masyarakat penerima, dan kami membeli pupuk ini karena ada tertulis nonsubsidi di karungnya," ungkap Wahidi.

Berbeda dengan pernyataan Keuchik Gampong Pante Geulumpang, Yusli. Kades itu mengaku pihaknya membeli pupuk NPK.P.Phoska pada UD Cahaya Amar di Desa Bineh Krueng sebanyak 380 sak isi 50 kilogram dengan harga Rp180 ribu/sak belum termasuk pajaknya.
"Semua pupuk P.Phoska itu sudah selesai kami bagikan kepada masyarakat. Setiap rumah dapat dua karung lebih, dan banyak warga saya menjual lagi pada dia dengan harga Rp115 ribu/sak,” ungkap Yusli.

Keuchik Gampong Pantee Geulumpang itu mengaku awalnya ia menghubungi Muhammad (distributor) dengan niat ingin membeli pupuk NPK Phosnka plus, namun, ditawarkan pupuk NPK P.Phoska tersebut.

"Saya membeli pupuk NPK P.Phonska itu karena dikatakan oleh Muhammad (distributor) di Kecamatan Susoh sudah dua tahun beli pupuk jenis itu. Dia juga mengatakan pupuk phoska banyak tingkat-tingkatnya,” kata Yusli dihadapan anggota DPRK Abdya.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...