Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

DPRA Tak Tau Nasib Perkembangan 3 Unit Kapal Dishub Aceh

HT ANWAR IBRAHIMAnggota DPR Aceh, HT. Ibrahim, ST, MM
A A A

Kalau tidak salah tandatangan kontrak dilakukan pada kamis, 19 September 2019 di Kemenhub, Jakarta

HT. Ibrahim, ST, MM Ketua Fraksi Demokrat DPR Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh telah membeli tiga unit kapal ro-ro pada 2019 dengan total anggaran Rp 170 miliar.

Menurut ketua Fraksi Demokrat di DPR Aceh HT Ibrahim ST MM, anggaran untuk pembelian 3 kapal diplot dari APBA dilakukan secara bertahap, mulai tahun 2019 hingga tuntas pada tahun 2021 mendatang.

Pembuatan ke 3 unit kapal Ro-Ro ini kata Ibrahim menggunakan anggaran multiyers (tahun jamak). Teken kontraknya sudah lama dilakukan oleh Dishub Aceh dengan rekanan pemenang tender.

"Kalau tidak salah tandatangan kontrak dilakukan pada kamis, 19 September 2019 di Kemenhub, Jakarta," ungkap HT Ibrahim, Rabu (24/6/2020).

Pembangunan ke tiga kapal Roll on Roll (ro-ro) tersebut dilakukan dengan sistem kontrak multiyears atau tahun jamak. Kontrak pembuatan 3 unit kapal Ro-Ro yang dibeli dengan uang rakyat Aceh ini resmi diteken dan diserahkan Dishub Aceh kepada rekanan pemenang tender, Kamis (19/9/2019), di Kemenhub.

"Nah, masa pembangunan kapal ini memakan waktu lebih dari dua tahun. Namun pak Plt Gubernur Aceh mengharapkan penyelesaian cukup dua tahun saja," kata Ibrahim.

Karena menurut Nova ketika masuk tahun ke 3 kapal harus sudah bisa dioperasikan untuk tiga wilayah di Aceh yakni Sabang- Banda Aceh (PP), Sinabang- Melaboh (PP), dan Labuhahan Haji-Sinabang (PP).

Diduga tender ketiga kapal Ro-Ro sengaja dilakukan di Kemenhub karena Dinas Dishub Aceh menilai perusahaan yang ada di Aceh tidak mampu, kecuali perusahaan kapal yang berada di Pulau Jawa.

Namun yang menjadi pertanyaan pihak dewan (DPRA) sudah sampai dimana proses pengerjaan kapal itu dilakukan atau sudah berapa persen kapal ini dikerjakan oleh pihak rakanan?

"Karena sampai saat ini kita belum mendapat laporannya, baik dari dishub Aceh maupun dari pihak rekanan. Semestinya mareka tidak boleh pelit informasi, karena kapal ini dibeli dengan uang rakyat" ungkap T Ibrahim.

Anggaran dan lintasan
Pengadaan pembangunan 3 unit kapal tersebut dilakukan berdasarkan Kesepakatan Bersama Pemerintah Aceh dan DPRA sesuai surat No. 14/MoU/2018 dan 2688/2018 tanggal 28 November 2018.

Ketua fraksi Demokrat ini mengingatkan, kapal-kapal tersebut untuk melayari lintasan :

1. Lintasan Pantai Barat - Simeulue (1.300 GT) pagu 77.25 milyar
2019 : 34,7 milyar
2020 : 42,5 milyar.

2. Lintasan Ulee Lheue - Balohan (1.100 GT) pagu 61,8 milyar
2019 : 27,8 milyar
2020 : 33,99 milyar.

3. Lintasan Singkil - Pulau Banyak (600 GT) pagu 41,2 milyar
2019 : 18,5 milyar
2020: 22,6 milyar.

Untuk mengetahui perkembangan terakhir pembangunan ke 3 unit kapal ini, wartawan media ini sudah berkali-kali menghubungi Kadis Perhubungan Aceh, namun tidak mendapat jawaban.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...