Usia kepemimpinan Mawardi-Waled Husaini memimpin Kabupaten Aceh Besar genap tiga tahun sejak dilantik pada 10 Juli 2017 lalu. Namun hingga kurun waktu itu pasangan putih menahkodai dinilai masih belum bisa membawa daerah tersebut ke arah yang lebih cerah. Bahkan sempat muncul isu ketidakharmonisasi antara Bupati Ir Mawardi Ali dengan Wakil Bupati Waled Husaini, kemudian publik kembali bertanya-tanya di hari ulang tahun kepemimpinan mereka.

Ditengah Wabah Corona

DPR Aceh Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

M Rizal Falevi Kirani
A A A

Kesiapan Pemerintah Aceh dalam menghadapi Covid - 19 juga harus mencakup kesiapan lainya, seperti mengendalikan harga pangan dan kelangkaan pangan. Jika pemerintah tidak siap maka akan munculnya gejolak ekonomi ditengah masyarakat

M. Fahlevi Kirani Ketua Komisi V DPR Aceh

BANDA ACEH- Ketua Komisi V DPR Aceh, Fahlevi Kirani menilai Pemerintah Aceh belum siap untuk menghadapi kenaikan harga pangan dan kelangkaan pangan ditengah kebijakan tidak keluar rumah untuk melawan Covid-19 di Aceh. Hal ini diungkapkan Fahlevi berdasarkan pantauan lapangan di beberapa pusat belanja dan pasar tradisonal di beberapa tempat di Aceh.

"Kesiapan Pemerintah Aceh dalam menghadapi Covid - 19 juga harus mencakup kesiapan lainya, seperti mengendalikan harga pangan dan kelangkaan pangan. Jika pemerintah tidak siap maka akan munculnya gejolak ekonomi ditengah masyarakat," kata Fahlevi dalam keterangan tertulis kepada acehimage.com, Rabu (25/3/2020).

Fahlevi menambahkan sebagai dampak langsung dari panic buying Covid -19 ini telah terjadi kelangkaan dan pelonjakan harga sembako di pasaran, misalnya gula yang sebelumnya di pasar hanya dijual Rp. 13.000/Kg per 24 maret mulai merangkak naik hingga mencapai harga Rp. 22.000- 25.000/Kg. Kemudian ditambah dengan sikap reaksinoner masyarakat dalam belanja kebutuhan pokok dengan memborong sembako karena khawatir bila tiba-tiba diberlakukan lock down di Aceh.

"Pemerintah Aceh saya desak untuk segera membuat skema penangan kondisi dengan langkah-langkah kongkrit. Dalam hal ini saya menyarankan pemerintah juga menjalin kerjasama dengan sektor swasta yang selama ini menjadi distributor atau produsen pangan. Melibatkan mereka dalam menghadapi krisis ini akan membuat kondisi sosial stabil,"ujar Fahlevi.

Disamping itu pemerintah harus segera melaksanakan operasi pasar dan menindak dengan tegas pengusaha yang melakukan penimbunan dan mempermainkan harga sembako diatas harga pasar.

"Negara dalam hal ini pemerintah harus segera hadir mengontrol gerak ekonomi Aceh. Pembelian sembako oleh masyarakat juga harus dikontrol ketat. Dinas Perdagangan harus segera membuka posko pengaduan atau call center untuk menerima pengaduan masyarakat jika terdapat oknum atau tempat usaha yang melakukan penimbunan barang.Semua kita tau bahwa wabah Covid-19 telah melumpuhkan pereknomian, bahkan ramalan ekonomi akan adanya resesi global 2020,"demikian Fahlevi.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...