Dalam sepekan ini terlihat makin maraknya pengemis di berbagai persimpangan jalan dan warung kopi di Kota Banda Aceh. Lihat dan amatilah, ketika setiap duduk di Cafe dan saat anda berhenti di persimpangan lampu lalu lintas. Di warung kopi misalnya, setiap berselang setengah jam sekali sudah ada pengemis lain yang menghampiri para pengunjung. Tersayang jika dimalam hari banyak anak-anak dibawah umur yang melakukan aksi tersebut.

DPPPAKB Bener Meriah Sosialisasi Generasi Berencana kepada Santri

SAMSUDINDinas Pemberdayaan Perempuan perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB ) Kabupaten Bener Meriah menggelar penyuluhan generasi berencana terhadap santri
A A A

BENER MERIAH – Dinas Pemberdayaan Perempuan perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB ) Kabupaten Bener Meriah menggelar penyuluhan generasi berencana terhadap santri di sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bener Meriah, Kamis (23/7/2020).

Kepala Dinas PPPAKB Bener Meriah dr Aliyin menyampaikan, selain mensosialisasikan program generasi berencana pihaknya juga mensosialisasikan protokol Covid-19 agar para remaja tetap waspada.

Dikatakan mantan Kadis Kesehatan itu, kendati di Bener Meriah transisi lokal belum mengkwatirkan namun harus siap menghadapi segala kemungkinan justru itu harus memberikan pencerahan dan pemahaman terhadap santri agar senantiasa mengikuti protokol kesehatan sesuai SOP kesehatan.

“Melalui kegiatan penyuluhan generasi berencana kita berharap, para remaja siap menjadi genari penerus dalam merencanakan semua hal termasuk kesiapan secara fisik dan mental untuk berkeluarga kedepan. Materi atau topik yang kita sampaikan saat sosialisasi termasuk tentang reproduksi yang menitik berakatkan agar para remaja jangan sekali-kali terjerumus mengkonsumsi narkoba dan sexy bebas. Untuk itu kita memotifasi mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan diskusi yang bersipat positif,"jelas Aliyin.

Kegiatan yang digelar tersebut juga merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya pernikahan dini, dari data kasus perceraian, stunting salah satu pemicunya adalah akibat pernikan dini dan sexy bebas. Untuk itu kedepan Aliyin berharap, para remaja yang ada di Bener Meriah menjadi generasi berencana baik terkait dengan perkawinan, dan mengatur jumlah keluarga sesuai dengan kondisi ekonominya.

Sementara Kabid Keluarga Berencana dan keluarga sejahtera DPPPAKB Bener Meria Yulita Anggraini menambahkan, pihaknya juga melakukan penyuluhan terhadap kelompok-kelompok kegiatan yang ada di desa.

Yuli menjelaskan, ada beberapa kelompok kegitan yang nerupakan tribina seperti halnya kegitan khusus untuk kelompok lansia, remaja dan keluarga balita yang di buat dengan rencana yang digagasi oleh kepala dinas DPPPAKB Bener Meriah.

"Saat ini sudah banyak kolompok kegiatan yang terbentuk dan rencannya kita akan membentuk kelompok unggulan yang menjadi percontohan di kabupaten Bener Meriah dan saat ini kita terus turun kelapangan untuk mencari kelompok yang bisa kita ungulkan,"papar Yuli.

Sementara untuk kegiatan Genari Berencana pihaknya mengaku akan melakukan penyeluhan terhadap santri SMA ke 10 pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan sudah mulai dilaksankan sejak hari Senin (20/7) kemarin.

Menurtnya, santri dan pimpinan dayah yang sudah dikunjungi menyambut antusias kegiatan tersebut bahkan, pimpinan para dayah berharap kegitan ini dapat dilakukan secara terus menerus dan rutin.

Ia menambahkan, para remaja saat ini membutuhkan pengetahuan baru tentang kesehatan repruduksi dan lain sebagainya.

"Setelah kita turun mereka menyampaikan yang menjadi permaslahan utama di kabupaten Bener Meriah adalah tingginya pernikahan dini, serta pengunaan hand phond yang berlebihan,"ungkapnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...