Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 4 Juli 2022 episode ke 91 Tahun ke II dengan tema: Banda Aceh Terutang, Pejabat Ramai-Ramai Pelisiran Ke Medan, Ada Apa?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

DPPPAKB Bener Meriah Kembali Sukses Lampaui Target Layanan Sejuta Akseptor

istForkopimda Plus Bener Meriah poto bersama usai pembukaan kegiatan peringati Harganas ke 29
A A A

ACEHIMAGE.COM – Proses tidak menghianati hasil, mungkin itulah kata yang tepat untuk Kabupaten Bener Meriah khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DPPPAKB ) yang kembali sukses menempatkan Bener Meriah predikat terbaik se-Aceh terkait pelayanan sejuta akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas ) ke -29.

Pasalnya, dalam satu hari tim DPPPAKB Bener Meriah berhasil melayani 4.797 akseptor. Tentunya capaian yang diperoleh tersebut jauh melampaui target yang diberikan pihak Provinsi Aceh sebanyak 2016 akseptor.

“Alahmdulilah kita bisa mengulangi kesuksesan yang kita raih seperti tahun 2020 dan 2021 lalu, bahkan target yang diberikan tahun ini lebih besar namun berkat kerja keras seluruh tim kita dapat melampau target tersebut,”kata Kepala Dinas DPPPAKB Bener Meriah melalui Kabid Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Yulita Anggraini SKM M Kes, Selasa, 21 Juni 2022.

Saat disinggung kiat-kiat keberhasilan yang diperoleh, Yuli menuturkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan lintas sektor dan mengerahkan seluruh petugas di lapangan seperti PKB,PLKB, PPKBD dan sub untuk melaksanakan tugas dan fungsi sesuai kegiatan yang dilakukan. Ujarnya.

Selain itu, keberhasilan yang dicapai juga tidak terlepas kerjasama yang baik dengan pihak TNI dan Polri bekerja sama dalam mencari akseptor. “Berkat kerjasama lintas sektor ini kita dapat melampaui target,”jelasnya.

Tidak ketinggalan juga kita selalu berkoordinasi dengan seluruh faskes, mendistribusikan obat ke semua faskes pemberi pelayanan KB, strategi lainya yang kita terapkan adalah melakukan door to door untuk pasien pasca salin, dan semua PTKB di lapangan dilibatkan untuk mengejar akseptor yang memakai Pil dan Kondom. Tukasnya

Yuli berharap, melalui pelayan akseptor tersebut dapat mencegah penularan kasus stunting di Kabupaten Bener Meriah.” Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh sektor yang berperan aktif termasuk rekan-rekan media,”ucapnya.

Diakuinya, tanpa bantuan dari semua pihak capain ini mustahil dapat dilampaui. Dan juga kita bekerja sesuai tupoksi masing-masing ini juga salah satu faktor keberhasilan yang diperoleh. Imbuhnya.[]

Komentar

Loading...