Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Donald Trump Kumpulkan Dana Rp852 M Untuk Gugat Hasil Pemilu

Donal Trump
A A A

BANDA ACEH - Donald Trump telah kumpulkan 60 juta dolar (Rp852 miliar) untuk tuntut hasil pemilu Amerika Serikat yang telah menenangkan Joe Biden.

Presiden Amerika tersebut berencana menggugat hukum hasil pemilu ke Joe Biden Gugatan tersebut dibuatnya karena dalam pemilu saat ini Joe Biden  mengunggulinya.

"Mereka menginginkan 60 juta dolar," kata seorang donatur dari Partai Republik.

Bersama Komite Nasional Republik (RNC) menggalangkan dana, dua sumber lainnya justru mengatakan tim kampanye Trump  membutuhkan 100 juta dolar atau sekitar Rp1,4 triliun.

Dilansir dari Pikiran Rakyat, hingga saat ini, Partai Republik, termasuk tim kampanye Donald Trump dan RNC, belum memberikan tanggapan perihal  penggalangan dana tersebut.

Tim kampanye  Trump terus mengi- rimkan email dan pernyataan ke media perihal dugaan adanya kecurangan dalam Pemilu AS, sejak pemungutan suara berakhir. Namun, Trump harus tetap mengakhiri masa kampanye.

Satu orang yang tidak melihat kekalahan Donald, ya Trump

Penasihat Presiden  Donald Trump  menilai strategi kampanye secara litigasi tersebut berakhir kacau, tidak terorganisir, dan "merugikan presiden".

Penasihat ini juga mengatakan tim kampanye Donald Trum sangat terkejut dengan hasil perolehan suara dan belum mengantisipasi kekalahan.

Dikarenakan hal ini, demi bertarung secara hukum melawan Joe Biden, tim kampanye  Donald Trump  melakukan pengga- langan dana.

Dilain pihak, Partai republik meminta Trump segera akui kekalahannya.

"Perlombaan ini sudah berakhir, dan satu-satunya orang yang tidak melihat (kekalahan) adalah Donald Trump," kata pejabat Partai Republik.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...