Pengamat Lingkungan Hidup dan Hukum Lingkungan, Muhammad Nur kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 12 Desember 2022 episode ke 33 Tahun ke 3 dengan tema: Hutan Aceh Habis Dibabat, Tambang Illegal Investasi Bodong? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari, M.Lit.J, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Armada Masih Kurang

DLH Tetap Komit Atasi Persoalan Sampah di Lhokseumawe

Dedi Irfansyah MT Kadis Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe.
A A A

LHOKSEUMAWE - Bukan saja di tahun 2021, bahkan hingga pada tahun 2022 pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan di Kota Lhokseumawe.

Salah satu penyebabnya, dikarenakan pembuangan sampah di Lhokseumawe masih berserakan, belum teratur. Akibat warga membuang sampah tidak pada tempatnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe Dedi Irfansyah, MT mengatakan, ia mengaku meskipun lambat penanganan sampah, pihaknya tetap komit dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi persoalan sampah di Lhokseumawe.

"Karena tanggung jawab sampah di Lhokseumawe selain dibawah tangggung jawab dinasnya, ini tak luput juga dari tanggung jawab bersama."ujar Dedi. Rabu 19 Januari 2022.

Dedi menambahkan, bahkan upaya  baru-baru ini pihaknya menggunakan cara gotong royong, para petugas dikerahkan dalam setiap kelompok untuk membersihkan sampah untuk mengangkut ke lokasi titik tempat pembuangan sampah yang mudah di akses truk.

Foto: Tumpukan Sampah Dipinggiran Jalan Dalam Wilayah Kota Lhokseumawe

"Karena truk pengangkut sampah kita terbatas, supaya cepat, ini dilakukan agar truk mudah mengambil sampah, tidak berkeliling-keliling ke titik tempat tumpukan sampah yang kecil dan tempat rawan sampah.

Dedi menjelaskan, untuk saat ini ia juga telah beupaya semaksimal mengatasi masalah sampah, mengingat armada kita masih sangat terbatas, namun pihaknya tetap melaksanakannya, demi terciptanya kebersihan dan keindahan kota.

"Kami bentuk dalam setiap satu kelompok ada 10 orang, dari total petugas (buruh) 360 orang, lalu kami bagi sistem rotasi untuk gotong royong secara rutin setiap hari. Guna untuk mengurangi kubikasi sampah yang ada dipinggiran jalan,"jelas Dedi.

Disamping itu Dedi menyebutkan, bahkan ia mengaku untuk memaksimalkan cara pengelolaan sampah, ia juga telah mengusulkan armada pada tahun 2022, kendatipun itu belum teraliasasi, kita tetap komit mengatasi sampah dengan cara memaksimalkan armada yang ada.

"Mudah-mudahan usulan kami pada tahun 2022 ini terkafer,"kata Dedi.

Dedi menyebutkan, meskipun armada masih tetap kurang, namun kami pada tahun 2022 ini telah mengusulkan sebanyak 10 unit armada truk untuk kebutuhan operasional mengangkut sampah di Lhokseumawe.

"Jumlah Armada kita yang masih beroperasi saat ini 29 unit, termasuk 7 unit armada pick up dengan kondisi masih berjalan 70 persen, kemudian 23 Dam Truk termasuk  Atmada Dam Bin Kontainer sebanyak 4 unit."imbuh Dedi.

Ideal untuk saat ini kebutuhan truk pengangkut sampah,? Dedi mengaku seluruhnya butuh 43 truk, belum ditambah mobil pick up kecil untuk mengakut sampah- sampah kecil yang ada di daerah pertamanan kota.

Saat disinggung rencana TPA Alue Lim direlokasi? Dedi mengaku benar wacana itu akan direlokasi ke daerah blang buloh."kami mendukung area itu, mungkin tempat TPA saat ini akan jadikan tempat pengelola sampah. Dan nanti induknya tempat pembuangan sampah kesana."sebutnya.

Pemindahan TPA ini disebabkan karena dekat rumah penduduk, mungkin ini salah satu penyebabnya, namun TPA ini belum lebih kapasitas, karena untuk kenyamanan penduduk, maka akan dilakukan relokasi.

"di TPA Alue Lim itu bagus untuk pengelola. Jadi kalo kapasitas untuk menampung sampah masih bisa, ini dilakukan karena dekat dengan rumah penduduk."tutup Dedi.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...