Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kewenangan kepada 14 kabupaten/kota di Aceh bersama 88 Kabupaten/Kota lainnya yang berstatus zona hijau atau belum terdampak Covid-19, untuk membolehkan masyarakat melaksanakan kegiatan yang produktif.

Disperindag Aceh Akan Gelar Pasar Murah di 23 Kabupaten/Kota

HT ANWAR IBRAHIMPlt Kadis Perindag Aceh Muslem Yacob
A A A

BANDA ACEH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh akan segera mengelar pasar murah yang di laksanakan serentak di 23 Kabupaten/Kota pada Rabu 13 hingga Sabtu 16 Mei 2020 mendatang.

Kegiatan pasar murah tersebut hasil kerjasama antara Disperindagkop se Aceh dengan Bulog divisi regional (Divre) Aceh.

Menurut Plt Kadis Perindag Aceh Muslem Yacob, Plt Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT., dijadwalkan yang akan membuka kegiatan tersebut secara simbolis di Pasar Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Rabu 13 Mei 2020.

Sedangkan komoditi yang akan dijual untuk sementara ada 4 jenis barang pokok yang tersedia yaitu beras, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam.

“Tentunya masing- masing jenis barang akan dijual dengan harga murah dibawah harga HET (Harga Eceran Tertinggi-red) karena semua jenis barang tersebut mendapat subsidi dari Disperindag Aceh,” ujar Muslem Yacob kemarin.

Untuk keperluan kegiatan pasar murah itu, Disperindag masing-masing kabupaten/kota menyediakan beras sebanyak 12.500 Kg, minyak goreng 11.000 liter, tepung terigu 1.500 Kg dan telor sebanyak 48.600 butir.

Menurut Muslem Yacob, agar lokasinya mudah di jangkau masyarakat, maka setiap kabupaten/kota akan ada 4 lokasi pasar murah, sehingga secara keseluruhan ada 92 titik pasar murah yang akan dilaksanakan 4 hari selama ramadhan.

“Nanti kita minta Disperindag kabupaten kota masing-masing yang menentukan
empat lokasi pasar murah dimaksud. Karena mereka yang lebih memahami daerah mana yang tepat untuk digelar pasar murah,” kata mantan Sekdis pendidikan Aceh ini.

Muslem Yacob juga menjelaskan maksud digelarnya pasar murah tersebut, menurutnya kegiatan itu digelar untuk meringankan beban masyarakat Aceh dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

"Pasar murah ini kita lakukakan tak lain untuk meringankan sedikit beban masyarakat, terlebih di bulan ramadhan dan jelang Idhul Fitri ini, tentu ke empat bahan pokok ini sangat dibutuhkan," sebut Muslem.

Selain itu, pelaksanaan pasar murah ini juga diharapkan dapat menstabilkan harga barang pokok di pasaran yang saat ini harganya masih jauh di atas harga harga enceran tertinggi (HET).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19 saat berbelanja di pasar murah.

Pemerintah melalui Disperindag juga telah menyurati disperindag kabupaten/kota, terkait perihal itu.

Selain itu, Pemerintah Aceh, kata Iswanto mengharapkan agar masyarakat selalu menjaga jarak (phisical distancing).

"Tolong nanti panitia mewajibkan petugas dan pembeli untuk memakai masker. Begitu juga panitia supaya menyediakan alat tes suhu badan, menyediakan tempat mencuci tangan pakai sabun serta hand sanitizer yang bisa dimanfaatkan pembeli," kata Iswanto.

Iswanto berharap dengan ketaatan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan covid-19, bisa menjadi potret sebuah komitmen masyarakat Aceh dalam memutus rantai penularan covid-19.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...