Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Disdukcapil Sasar Sekolah Kejar Target Rekam E-KTP

Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur.Petugas melakukan perekaman e-KTP di SMAN 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (15/10) pagi.
A A A

ACEH TIMUR - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Timur, menyasar SMA/SMK/MA Se-Aceh Timur, untuk melakukan perekaman e-KTP terhadap siswa/i yang sudah berusia diatas 17 tahun. Hal itu dilakukan sebagai program jemput bola untuk memudahkan siswa/i dalam mengurus identitas diri ke Disdukcapil.

"Petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sedang menggiatkan program 'jemput bola' melakukan perekaman e-KTP ke SMA/SMK/MA, karena jenjang ini siswa Kelas XI dan XII rata-rata berusia 17 tahun lebih," kata Bupati Aceh Timur H Hasballah HM Thaib SH, melalui Kadisdukcapil Aceh Timur, Amiruddin NN SH, disela-sela Perekaman e-KTP di SMAN 1 Idi, Selasa (15/10).

Bukan hanya SMAN Idi, namun pihaknya juga telah menyasar sejumlah SMA/SMK dan MA lain dalam Kabupaten Aceh Timur. Tujuannya adalah semata-mata untuk mengejar target perekaman e-KTP didaerah itu. "Program ini sebagai upaya untuk mewujudkan target perekaman e-KTP tuntas 100 persen terhadap penduduk Aceh Timur," kata Amiruddin.

Program tersebut dianggap cara yang lebih efektif dibandingkan siswa harus meninggalkan proses pembelajaran untuk mengurus e-KTP di kecamatan atau ke Kantor Disdukcapil. "Setelah perekaman, petugas langsung memberikan KTP-el atau Surat Keterangan (Suket)," tambah Amiruddin.

Disisi lain, waktu yang dibutuhkan juga sangat efesien, karena mulai dari tanda tangan, rekam sidik jari, iris mata hingga foto wajah, hanya membutuhkan 4-5 menit sudah selesai dan siswa/i sudah bisa kembali ke kelas untuk melanjutkan pembelajaran.

"Seluruh penduduk harus memiliki identitas diri, karena ini program nasional yang harus dituntaskan. usia 0-17 tahun kurang sehari diberikan Kartu Identitas Anak (KIA). Dan Usia 17 tahun ke atas diberikan KTP-elektronik. Semua ini demi terdatanya seluruh penduduk didaerah kita khususnya," tutup Amiruddin NN SH.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...