Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Krue Seumangat;

Disdik Aceh Jalin Kemitraan Dengan Poltekpel Malahayati

ISTIMEWADinas Pendidikan Aceh menjalin kerjasama dengan Poltek Malahayati
A A A

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan Aceh menjalin kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.

Prosesi penandatanganan naskah kerjasama dilaksanakan oleh Drs H Rachmat Fitri HD MPA selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Joni Turiska M Mar E selaku Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, di Banda Aceh, Selasa (24/11/2020).

Dalam kegiatan itu turut hadir Kabid Pembinaan SMK, Azizah MPd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T Fariyal, MM, Wakil Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Tenaga Ahli Disdik Aceh, Kepala SMK, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kerjasama dua pihak tersebut terkait peningkatan mutu dan kualitas lulusan SMK agar program pemerintah link and match atau “penikahan massal” dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) dapat terwujud.

Aceh telah menargetkan sepuluh ribu lulusan vokasi dan diharapkan dapat terserap di dunia kerja dan industri.

Setelah penandatangan Nota Kesepahaman oleh kedua belah pihak acara dilanjutkan dengan penukaran cindera mata serta foto bersama.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri, menyampaikan pemerintah telah merancang tujuh program unggulan yang bertujuan menguatkan kapasitas kelembagaan pendidikan vokasi agar nantinya selaras dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (IDUKA).

"Salah satunya adalah dengan cara memperbanyak kerjasama dengan dunia kerja. Bulan lalu Disdik Aceh juga telah melakukan kerjasama dengan sembilan perusahaan besar Indonesia untuk menyelaraskan program ini," ungkap Haji Nanda sapaan akrab Rahmat Fitri.

Haji Nanda menjelaskan ketujuh program unggulan yang akan membantu memaksimalkan kegiatan “pernikahan massal” tersebut, yaitu Program Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) dengan IDUKA, Program Pengembangan Penilaian Mutu PTV Berstandar IDUKA.

Kemudian ada program Penguatan dan Pengembangan Pusat Karir di Perguruan Tinggi Vokasi, Program Penguatan PTV dalam Melaksanakan RPL, Program Penguatan Humas PTV bagi Kemitraan IDUKA, Program Penyelarasan Kurikulum dan Sarpras PTV dengan IDUKA, dan Program Kampus Pendamping Kemitraan.

"Poltekpel Malahayati akan memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk magang di kampus yang terletak di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar," ujarnya.

Kampus Poltekpel ini katanya memiliki Kapal latih yang bisa dimanfaatkan untuk memberi pemahaman kepada siswa SMK khususnya untuk siswa jurusan Noutika Kapal Niaga.

Selain bekerja diperkapalan dan pelayaran lainnya, Kadisdik Aceh itu berharap nantinya para lulusan pelayaran juga dapat bekerja pada tiga kapal milik Pemerintah Aceh.

Saat ini Pemerintah Aceh memiliki 3 unit kapal meliputi Aceh Hebat-1, Aceh Hebat 2, dan Aceh Hebat 3 yang dimanfaatkan untuk moda transportasi antar pulau di Aceh.

"Jadi mulai saat ini kita ingin membangun stigma positif terhadap lulusan SMK. Poltekpel Malahayati ini berada dibawah Kemenhub tentu saja sangat banyak jaringan IDUKA yang bisa terkonekasi langsung dengan lulusan SMK di Aceh," jelasnya.

Rachmat Fitri menuturkan hal yang paling penting adalah adanya motivasi dari siswa sendiri. Lalu tugas guru adalah membimbing siswanya agar bisa menggali potensi yang ada pada diri siswa.

Pemerintah katanya sudah memberi peluang besar kepada lulusan SMK agar bisa bekerja sesuai dengan keahliannya.

"Poltekpel Malahayati memiliki jurusan-jurusan yang sesuai dengan SMK Pelayaran khususnya yang ada di Sabang," ujarnya.

Menurutnya, selain itu Poltekpel ini juga sudah memiliki pengakuan standar internasional sehingga proses permagangan dan praktik siswa akan lebih berkualitas.


Menginginkan lulusan SMK dapat bekerja di Politeknik

Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Joni Turiska, M Mar. E menjelaskan dengan adanya kerjasama ini maka akan memberikan manfaat bagi SMK. Terutama untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan dalam dunia kerja khususnya bidang kemaritiman dan pelayaran.

"Kami sangat menginginkan sebagian besar lulusan SMK Aceh dapat lulus dan bekerja di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh khususnya dan juga seluruh Poltek di Indonesia maupun perkapalan di luar negeri," ujarnya.

Pihak Poltekpel Malahayati Aceh, menargetkan setiap tahunnya ada enam puluh persen mahasiswa Poltekpel berasal dari Aceh, sedangkan empat puluh persennya lagi berasal dari luar daerah.

Namun saat ini kondisinya malah sebaliknya, bahkan peminat dari luar daerah sangat banyak untuk masuk ke kampus tersebut.

"Tiap tahunnya jumlah peminat menurun dari Aceh. Kami minta putra putri aceh yang lulus untuk ditempatkan di Aceh," tuturnya.

Lebihlanjut dikatakan, kerjasama ini merupakan momentum yang bagus. Mudah- mudahan kedepan makin banyak anak aceh yang lulus di Poltekpel Malahayati Aceh.

Selanjutnya, dirinya menginginkan adanya MOA dengan SMK agar dapat dijelaskan secara rinci teknis pelaksanaan kerjasama sehingga dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...