Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Dinilai Cacat Hukum Ketua Komisi B Wolk Out dari Sidang Paripurna KUA PPAS APBK-P

IMG20220915105953
A A A

ACEHIMAGE.COM - Ketua Komisi B Bener Meriah, Abubakar wolk out (keluar ) dari rapat paripurna rancangan perubahan KUA PPAS APBK tahun 2022.

Ia menilai Paripurna rancangan perubahan  KUA PPAS APBK tahun 2022 itu cacat hukum, lantaran hingga saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bener Meriah belum menindaklanjuti surat Pj Gubernur Aceh tentang penyempurnaan tata tertib perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD ).

Menurut Bakar, Pj Gubernur Aceh memerintahkan DPRK Bener Meriah untuk menyempurnakan tata tertib (Tatib ) perubahan AKD DPRK Bener Meriah.

"Setelah membentuk AKD, ketua DPRK langsung menyerahkan hasil AKD perubahan itu kepada Pj Gubernur, kemudian Pj Gubernur membalas surat itu memerintahkan untuk disempurnakan AKD tersebut,"ungkap Bakar.

DPRK Bener Meriah baru bisa melaksanakan rapat paripurna apa saja tentu harus ada legalisasi. Sebab, dulu DPRK Bener Meriah hanya ada tiga fraksi, sekarang sudah ada empat fraksi.

Jadi keempat fraksi itu tersebut harus ada dalam tatib, fraksi apa saja. Sementara AKD tersebut belum disetujui Pj Gubernur lantaran belum disempurnakan.

Tentunya, dalam Paripurna rancangan qanun KUA PPAS APBK-P tahun 2022 setiap fraksi akan ada pendapat akhir. Justru itu kalau nanti ada empat tangapan akhir fraksi itu cacat hukum. Jelas Abubakar.

"Jadi, berdasarkan hasil musyawarah Komisi B kita tidak akan mengikuti sidang Paripurna rancangan qanun KUA PPAS APBK-P tahun 2022 itu lantaran cacat hukum,"pungkasnya.

Komentar

Loading...