Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Diduga, Pasien COVID-19 dari Bener Meriah Kabur ke Medan

SAMSUDDINDirektur RSUD Munyang Kute, dr Sritabahhati
A A A

BENER MERIAH – Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini belum mengetahui secara pasti keberadaan ER warga Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah yang hilang (kabur) saat dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.

BACA JUGA:Ibu Hamil Terkonfirmasi Positif Corona Dibawa kabur

ER (43), merupakan pasien terkonfirmasi postif Covid-19 dengan kondisi hamil tua, dibawa paksa oleh keluarga pasca terjadinya kecelakaan tunggal mobil Ambulance yang ditungganginya dikawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

Direktur RSUD Munyang Kute, dr Sritabahhati yang didampingi Kepala TU RSUD Munyang Kute Zakaria diruang kerjanya, Rabu (7/10/2020) kepada wartawan mengatakan, untuk pasien ER sampai tadi malam tidak berada di Banda Aceh dan tidak berada dibeberapa fasilitas kesehatan mulai dari Sigli sampai ke Banda Aceh.

“Tadi pagi saya mencoba menghubungi kembali Puskesmas Ronga-Ronga dan menurut Kepala Puskesmas Ronga-Ronga keluarga ER juga tidak tau keberadaan ER dimana, masih menduga-duga mungkin arahnya ke Sumatera Utara,"ungkap Sri.

Menurut Sri, iya telah berkoordinasi dengan RS di Medan tempat kelahiran ER, mudah-mudahan nanti ada dapat kabar kalau yang bersangkutan lari kesana.

Saat ditanya kapan ER itu terkonfirmasi positif, Sri sempat menunjukan hasil keterangan postifnya yang dikeluarkan oleh Unsyiah yang ada didalam HPnya, namun sayang tanggalnya tertutup sehingga ia lupa secara pastinya kapan pasien tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Karena dia positif sehingga kita merujuk ER ke Banda Aceh, karena kita tidak punya fasilitas untuk operasi pasien hamil yang positif Covid-19," tegas Sri.

Dikatakan Sri, dilakukan swab terhadap ER lantaran dia kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 .

Kata Sri, sebelum di rujuk ke RSUZA, pihak keluarga juga sempat merasa keberatan tetapi bukan keberatan karena dia Covid-19 namun alasan keberatanya karena anak masih kecil. “Dia keberatan bukan karena Covid tetapi karena anaknya masih kecil kalau bisa diusahakan jangan dirujuk,"beber Sri.

Kepada pihak keluarga, pihak rumah sakit juga telah memberikan penjelasan bahwa disini belum ada ruang operasi khusus untuk pasien Covid. Jadi bukan ada penolakan namun karena dia pasien Covid sehingga melahirkanya harus dioperasi.

Direktur RSUD Munyang Kute tersebut juga menjelaskan, penyebab terjadinya kecelakaan masih menunggu hasil pihak kepolisian.

"Sebab tadi pagi sopir yang membawa ambulance sudah berangkat ke Sigli untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian disana," katanya.

"Alhamdullilah terhadap petugas kesehatan kemarin telah mendapat perawatan yang baik dari RS yang ada di Sigli dan saat ini mereka sudah kembali ke sini dan nanti tinggal melanjutkan pengobatanya lagi,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...