Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 28 November 2022 episode ke 29 Tahun ke 3 dengan tema: Pemko Banda Aceh Terutang Akibat Mantan Bankir Tak Becus Pimpin Kota? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Diduga Oknum PNS di RSU Munyang Kute Nekat Menjadi Rentenir

IlusterasiIlustrasi rentenir
A A A

ACEHIMAGE.COM – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berinisial S bertugas di RSUD Munyang Kute, Kabupaten Bener Meriah diduga nekat menjadi rentenir dan berhasil memperdayai sejumlah korbannya.

Padahal, praktek lintah darat tersebut nyata-nyata telah dilarang oleh Bupati Bener Meriah dengan mengeluarkan himbauan pada tanggal pada 5 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Tgk H Sarkawi akibat maraknya pinjaman uang atau kredit di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Salah seorang korban yang enggan disebut identitasnya, kepada wartawan Minggu, 16 Oktober 2022 mengaku menyesal telah meminjam uang kepada Oknum  ASN yang berinisial S tersebut.

Pasalnya, saat ia meminjam uang sebanyak Rp1 juta dia diwajibkan membayar bunga sebanyak 200 ribu rupiah saat pengembalian. Karena keperluan mendesak terpaksa saya mengambil pinjaman tersebut.

“Parahnya, kalau mengambil Rp5 juta maka harus membayar Rp1 juta bunga setiap bulannya, dan hal itu jelas-jelas praktek lintah darat,” katanya.

Akibat tingginya bunga yang harus dibayar, belakangan ini sudah tidak sanggup lagi membayar bunga setiap bulannya sehingga hutang yang awalnya Rp5 juta kini semakin bertambah dan mencapai puluhan juta rupiah.

“Sebenarnya,  saya saya tidak membayar dalam beberapa bulan namun kok tiba-tiba utang saya semakin bertambah hingga mencapai puluhan juta,” tanyanya heran.

Jika diakumulasikan bunga yang telah saya bayarkan sudah cukup untuk membeli kebun, namun hutang saya malah sama sekali tidak berkurang dan semakin bertambah. Secara logika, lanjutnya, tidak ada keringanan jika bunga utang saya tidak dibayar bahkan menjadi beban utang pokok yang harus dibayar bunga.

Korban lainnya juga menceritakan, dirinya sudah membayar angsuran berkali-kali dan jumlahnya juga sudah melebihi pinjaman sebelumnya namun toh kami harus melakukan gali lobang tutup lobang yang akibatnya hutang sampai menumpuk dimana-mana .

“Akibat menutupi bunga kepada rentenir tersebut, maka mau tidak mau kami harus gali lobang tutup lobang dan berakibat hutang kami bukan berkurang malah berhutang kesana kemari demi menutupi pinjaman rentenir tersebut,” jelasnya.

Para korban tersebut sebelumnya merasa takut untuk tidak membayar karena rentenir tersebut akan nekat dan mengancam mendatangi rumah serta tempat kerja kami. “Kami juga merasa takut melapor, sebab pengakuan rentenir itu uang tersebut milik oknum polisi dan tentara,” ungkapnya.

Sementara itu, S saat dihubungi wartawan via seluler membantah telah meminjamkan uang kepada masyarakat Bener Meriah dan sejumlah pegawai yang bekerja di RSU Munyang Kute.

”Tidak ada pak. Saya tidak ada meminjamkan uang kepada siapapun, maaf ya, ” ungkapnya sambil menutup panggilan telepon.[]

Komentar

Loading...