Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Untuk Rujuk dengan Mantan Istri

Diduga Ingin Kuasai Harta, Pria Ini Tega Habisi Nyawa Kawannya

SAMSUDDIN Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK
A A A

BENER MERIAH – Gerak cepat Satuan Reskrim Polres Bener Meriah meringkus tersangka dugaan pembunuhan terhadap DS yang diduga dilakukan IS yang merupakan kawannya sendiri.

IS diringkus tim Gabungan Reserse Polres Bener Meriah bersama Anggota Polsek Bandar di gubuk kebun milik abangnya di daerah Kampung Batin Baru Kecamatan Bandar pada 4 Desember 2020 lalu.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK kepada wartawan, Selasa (8/12/2020) membenarkan ikwal pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap DS yang diduga dilakukan IS di rumah tersangka Kampung Pondok Gajah Kecamatan Bandar.

Menurut pengakuan tersangka, kata Kapolres Bener Meriah, IS tega menghabisi nyawa DS dengan menggunakan linggis yang dihantamkan ke kepala bagian belakang korban hingga tersungkur dan setelah korban tersungkur tersangka kembali memukul korban dengan linggis tadi.

“Untuk memastikan korban DS masih bernafas atau tidak, tersangka IS juga memasukan kepala korban kedalam baskom yang berisi air,"kata Siswoyo.

Pengakuan sementara tersangka IS membunuh korban DS, karena IS cemburu terhadap DS dan juga ingin menguasai harta DS digunakan untuk rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim menambahkan, IS sudah berpisah dengan istrinya namun ia berharap rujuk kembali dengan mantan istrinya tersebut.

Mantan istri IS bersedia rujuk namun dengan catatan IS harus melunasi hutang-hutangnya kepada orang lain dan IS juga harus memiliki uang untuk rujuk.

“Mungkin tidak tau lagi mau cari uang kemana, sehingga IS diduga nekat menguasai harta korban DS setelah menghabisinya dan kemudian barang-barang DS ditunjukan kepada mantan istrinya bahwa ia sudah memiliki uang,"kata Rifki.

Kepada mantan istrinya, IS sempat menunjukan barang-barang yang diduga miliki DS seperti Sepeda Motor, Dompet, ATM Handphone. Tetapi mantan istrinya curiga bahwasanya barang yang ditunjukan oleh tersangka IS adalah barang milik korban DS.

Kasat Reskrim Polres Bener Meriah juga menerangkan, dari keterangan tersangka bahwasanya ia trauma terhadap laki-laki yang dekat dengan Istrinya sebab ia mengakui sudah pernah empat kali nikah dan pernah mantan istrinya diambil oleh kawannya.

“DS pernah menelepon dua kali padahal saya sudah kasih tau kalau saya sedang kerja di luar, jadi saya truma dengan kejadian yang pernah menimpa saya dengan istri sebelumnya,"ulas Rifki menirukan ucapan IS

"Saat ini, tersangka IS sudah diamankan di Mapolres Bener Meriah selanjutnya kita masih menungu tim Laboratrium Forensik dari Polda Sumut untuk memastikan apakah mayat yang di kubur dalam septic tank belakang rumah tersangka IS itu jasadnya korban DS,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...