Teuku Raja Keumangan SH MH, Sekretaris Fraksi Partai Golkar narasumber peHTem edisi Kamis 29 Juli 2021 episode 60 dengan tema: DPRA Diminta Bentuk Pansus Dana Siluman, Kemana Mengalir Dana Apendiks? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Riset

Dibanding Susu Beruang ASI Lebih Ampuh Cegah Covid 

Ilustrasi - ASI
A A A

JAKARTA - Sejak pemberlakuan PPKM Darurat tanggal 3 Juli lalu, dikabarkan salah satu produk susu, Susu Beruang habis diborong masyarakat. Mereka meyakini susu tersebut ampuh melawan Covid-19.

Namun menurut sebuah penelitian, ada yang lebih ampuh melawan virus Covid-19 yakni air susu ibu atau ASI. Bahkan ASI bisa mengirimkan antibodi untuk melawan virus.

Hal ini ditemukan oleh studi yang ditulis bersama URMC (University of Rochester Medical Center) dan sejumlah universitas lain dengan judul "Characterization of SARS-CoV-2 RNA, Antibodies, and Neutralizing Capacity in Milk Produced by Women with COVID-19".

Disebutkan jika menyusui aman dilakukan untuk ibu yang terpapar Covid-19 dan tidak akan menularkan virus itu melalui susu. Namun, ASI memberikan antibodi bawaan yang bisa menetralisir virus tersebut, dikutip laman resmi URMC, Senin (5/7/2021).

Penelitian ini menganalisa 37 sampel susu yang dikirimkan 18 wanita positif Covid-19. Dalam penelitian itu ditemukan tidak ada sampel susu yang mengandung virus sementara dua pertiganya mengandung dua antibodi khusus untuk virus.

Mark Sangster, PhD dan David Topham, PhD yang merupakan profesor riset di Departemen Mikrobiologi dan imunologi, mengukur tingkat antibodi di lab mereka.

"Kami menemukan kada IgA tinggi, antibodi umum dalam darah dan cairan tubuh lainnya, dalam ASI. IgA bermigrasi dalam transfer mukosa, jadi mendorong transfer antibodi ibu," kata Sangster.

Studi di URMC ini memberikan masukan bagi penelitian mengenai Covid-19 di dalam ASI. Bahkan sebelumnya sejumlah organisasi kesehatan besar memberikan saran bertentangan mengenai apakah pemisahan ibu dan anak diperlukan.

Penelitian ini membuktikan jika ibu yang positif Covid-19 tidak perlu dipisahkan dari anak yang baru lahir. Diharapkan dengan studi tersebut dapat memberikan kejelasan baru mengenai panduan ibu setelah melahirkan.

Melansir Scitechdaily, rekan investigator dan asisten profesor di Departemen Pediatri URMC, Bridget Young, mengungkapkan jika memisahkan ibu dan bayi bisa dilakukan apabila diperlukan secara medis.

"Namun masalah ini sangat membingungkan pada praktisi yang tidak memiliki bukti yang cukup. Hasil awal ini menunjukkan ASI dari ibu yang terkena Covid-19 mengandung antibodi spesifik dan aktif terhadap virus dan tidak menularkan virus lewat ASI. Ini berita bagus," ungkapnya.

Ke depannya Young mengharapkan studi ini bisa dilakukan oleh kelompok yang lebih besar. Serta menurutnya perlu mengetahui dampak vaksin untuk ASI.

"Pekerjaan ini butuh direplikasi oleh kelompok lebih besar. Kami sekarang butuh memahami apakah vaksin Covid-19 berdampak pada ASI dengan cara yang sama," kata Young.[]

Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...