Seorang warga Cot Gapu Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang berdomisili di Lampriet, Kuta Alam Banda Aceh meninggal dunia saat sedang menikmati makan siang di salah satu warung nasi yang berada di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (25/5/2020).

Di Bireuen, Besaran Zakat Fitrah 2,8 Kg Beras Perjiwa

NETilustrasi zakat fitrah
A A A

BIREUEN — Kabupaten Bireuen menetapkan besaran zakat fitrah yang harus ditunaikan masyarakat muslim di kabupaten ini untuk tahun 1441 H/ 2020 M ini, adalah sebesar 2,8 kg beras perjiwa.

Ketentuan tersebut sebagaimana tercantum dalam keputusan bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen, Kepala Dinas Syari’at Islam (DSI) Bireuen, dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, tentang besaran zakat fitrah tahun 1441 H/ 2020 M.

Keputusan bersama tersebut ditandangani di Bireuen pada Rabu (6/5/2020) kemarin oleh Drs H Zulkifli Idris MPd (Kankemenag), Anwar SAg MAP (DSI), dan Tgk Nazaruddin (MPU), atas nama kepala/ ketua masing-masing lembaga.

Keputusan yang telah beredar di masyarakat Bireuen tersebut secara rinci menjelaskan bahwa, besaran zakat dalam bentuk beras adalah satu sha’k (4 mud nabawi) –dalam mazhab Syafi’i—atau 1,5 (satu setengah) bambu ditambah satu cekung dua tangan, atau 10 kaleng susu, atau setara 2,8 kg perjiwa.

Selanjutnya jika harus dalam bentuk uang, maka besarannya mengambil pedoman mazhab Hanafi dengan besaran seharga dengan 3,8 kg dari empat bahan pokok yang wajib dikeluarkan zakat fitrah, yaitu gandum, syair (langla), kurma, dan anggur kering/ kismis.

Kepala kankemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd kepada media ini mengatakan, keputusan bersama tersebut hendaknya tersosialisasikan dengan baik hingga ke lapisan masyarakat terbawah.

“Semoga ini menjadi panduan atau pedoman bagi masyarakat kita saat mereka menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah,” harap Zulkifli seperti dilansir laman resmi Kemenag Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...