Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

The Light of Aceh in Bali

Di Bali, Wakil Bupati Dailami Bangga Promosi Wisata Gayo

The Light of Aceh
A A A

JAKARTA - The Light of Aceh dinilai sebagai kegiatan yang sangat positif untuk mempromosikan daerah Aceh secara global. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami, usai menghadiri kegiatan The Light of Aceh bertema “Adaptasi kebiasan baru” yang diselenggarakan di Hotel Prama Sanur Beach, Bali.

"Kami sangat mendukung dan bangga dengan event-event promosi pariwisata seperti ini, sangat baik dilaksanakan agar masyarakat nasional maupun International mengetahui keindahan Aceh, beragam seni dan budaya dapat kita temukan di Aceh,” kata Dailami, Sabtu, 3 April 2021 kemarin.

The Light of Aceh merupakan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang promosi Aceh di tingkat nasional, regional maupun internasional.

"Ini merupakan langkah maju dan sangat tepat, walaupun kita semua tahu pada masa-masa sekarang ini kita masih berjibaku untuk untuk melawan wabah Covid-19, makanya disitu ada kata-kata Adaptasi Kebiasaan Baru," kata Dailami.

The Light of Aceh in Bali Tahun 2021 ini turut menampilkan seni budaya dari Gayo seperti Tari Guel.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo RI, Prof Dr Widodo Muktiyo sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini dapat mengenalkan beberapa seni dan budaya yang ada di Indonesia, terutama Aceh.

Sedangkan Ketua Dekranasda Provinsi Aceh, Dyah Erti Idawati, dalam sambutannya menyampaikan event yang digelar ini dimaksudkan untuk meningkatkan atau membangunkan kembali parawisata yang ada di Indonesia, terkhusus Aceh, melalui event-event promosi. "Karena pada saat ini sektor parawisata juga sangat terkena imbas yang sangat besar oleh virus Covid-19.," kata Dyah.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...